Rabu, 26 Juli 2017

SINOPSIS Nakusha Episode 241

Episode dimulai dengan Seema berteriak untuk Chacha dan berlari untuk membantunya dan Dutta kaget Diam setelah mendengar suara Seema. Dia mencoba untuk mendengarkan dengan saksama. Sepertinya dia bisa mengenali Seema dan bertanya dengan curiga siapa yang ada di sana dan bergerak ke arahnya dengan tangannya mengulurkan tangan. Seema tampak takut pada pendekatan D. Tapi obat penenang itu masuk, Dutta pada gilirannya jatuh di tempat tidur dan terjatuh untuk hari ini. Seema dan orang tua itu meluruskannya di tempat tidur dan menutupinya. Dutta sedang tidur nyenyak seperti bayi. 


Di Pagal Niwas, Nakusha berjalan menuju kamar tidur Dutta dengan gembira dan menatap foto Dutta. Dia mengingat penampilan Dutta 3 dimensi di desa dan janjinya untuk kembali. Nakku berbicara kepada dirinya sendiri tentang kembalinya Dutta dan Hop di sekitar ruangan. Seema dengan cemas bertanya tentang Dutta dimana Dokterku mendengar Dutta memiliki luka dalam di dalam dan dia mungkin atau mungkin tidak bisa melihat penglihatannya kembali. Kemungkinan 50-50 dia klaim. Seema takut bahwa Dutta mungkin harus mengalami gangguan permanen dan Dokter memintanya untuk mempercayai Yang Mahakuasa. Dia juga memperingatkan Seema bahwa Dutta seharusnya menganggapnya mudah dan tidak marah dan memberi tekanan pada kepalanya. 

Kemudian Dokter mengalahkannya dari sana supaya jangan bangun dan mulai menggoyangkannya lagi. Chacha terkejut dengan perhatian Seema terhadap orang yang tidak dikenal dan meminta dia untuk bersantai dan meninggalkan ruangan. Seorang pria duduk di samping sosok tidur dan kamera yang masih hidup di wajah damai dan manis. Di Pagal Nivas, kala menyeringai saat Kala memasuki ruangan dengan diam seperti seekor ular. Dia memanggil nama Nakusha dan menyeka senyum itu dari wajah Nakku. Dia tampak merasa jengkel pada Kala karena mengganggu fantasinya. Kala tersenyum seperti kucing yang sampai ke stoples krim itu dan mengatakan pada Nakku bahwa dia benar bahwa Bhau akan kembali. Bhau memang telah kembali. Nakku kaget dan menatap Kala tanpa berkata-kata. Kala mengangguk padanya dengan bijak dan menyuruhnya turun dan melihat sendiri. 

Nakku tidak bisa mempercayai telinganya dan bertanya pada Kala apakah itu benar. Kala mengangguk dengan waswas ke ruang tamu Patil. Nakku melakukan PT Usha keluar ruangan sampai ke pintu masuk. Dia memanggilSaaab" tapi seluruh rumah sepi dan kosong dan Nakku terlihat seperti dia yang penuh harapan dan putus asa. Kala bergabung dengannya dan bertanya padanya dengan jahat, Apa? Tidak melihatnya kemanapun? Kenapa kamu bisa melihatnya di mana-mana, na? Seolah dia tipe dewa mahakuasa!" Nakku menatapnya dengan marah. Kala kemudian memeluknya dan berbisik ke telinganya bahwa Dutta tidak akan kembali. Tidak pernah kembali. Nakku mendorongnya kembali dan bertanya mengapa dia bermain seperti ini? Apa untungnya jika dia ingin menunggunya Saab? Kala menjawab bahwa menyakitkan hatinya untuk melihat kepercayaan Nakku, cintanya dan keyakinannya. Dia akan melakukan segalanya dengan kekuatannya untuk membawanya ke lututnya. Nakku memiliki air mata frustrasi dan marah di matanya. Kala brags dia telah menampar Nakusha bahkan tanpa menyentuhnya dan tanpa suara tapi itu telah menyebabkan rasa sakit langsung di hatinya. Inilah jawabannya pada tamparan Nakusha yang sunyi. 

Nakku melotot ke arah Kala sambil menangis saat dia melanjutkan dengan bak baknya. Kala memintanya untuk menyimpan air matanya untuk perpisahan formal suaminya, saat dia akan mematahkan gelangnya dan memakai saree putih. Darah mengalir dari wajah Nakku saat dia mendengar ini dan layar membeku di wajahnya yang terkejut untuk hari itu.

** Note Sinopsis dibuat berdasarkan Sinopsis 1 Episode Penayangan di India,,

Comments


EmoticonEmoticon