Selasa, 30 Mei 2017

SINOPSIS Sandya Episode 394 Indosiar

SurYa dan yang lainnya keluar dari kuil. Suraj memperhatikan bahwa sandalnya hilang. Bhabho menggoda dia mengatakan bahwa itu adalah kebiasaan dan saudara iparnya telah mengambilnya. Bhabho meminta mereka untuk pergi ke bazaar. Sandhya mengatakan bahwa mereka perlu mengganti pakaian dan Bhabho setuju.


Emily bilang pari tidak bisa membasahi seprai karena dan Meena memotongnya agar tidak menghinanya di depan kerabat. Emily mendekatinya dan berkata dengan suara memohon bahwa dia tidak berbohong. Ibu Meena membela Meena dan menegur Emily karena tidak menghormati jethani-nya. Ibu Emily yang memperhatikan semua yang datang pada mereka dan meminta ibu Meena untuk tidak ikut campur dalam pertempuran jethani-devrani. Meena dan ibunya tidak mengalah. Ibu Emily membawa Pari ke mereka dan menunjukkan bahwa dia memakai popok. Ibu Meena merasa terhina dan bergerak keluar dengan Sudha dengan marah.

Suraj dan Sandhya sedang berjalan di pasar setelah membeli sandal baru untuknya. Suraj bertanya pada Sandhya apakah dia senang dengan pernikahan kembali ini. Sandhya mengatakan bahwa dia sangat bahagia dan tidak akan melupakan saat ini dalam hidupnya. Suraj bilang dia juga sangat senang. Sandhya mengenang kejadian haldi dan mehendi dan menggoda Suraj mengatakan betapa takutnya dia sepanjang waktu. Dia mengatakan bahwa semuanya berjalan baik dengan berkat Bhabho dan Bhabhasa juga. Suraj kemudian menggoda Sandhya mengatakan bahwa itu mengganggu di pipinya dan Sandhya memeriksanya. Dia mengatakan kepadanya bahwa dia agak ragu selama semua kebiasaan tapi tidak akan ragu dalam yang terakhir. Sandhya bertanya-tanya apa itu dan Suraj bertanya padanya apakah dia melupakannya? Sandhya menyadari dan mencoba berlari. Suraj memegang tangannya dan melihat bayangan mereka tumpang tindih dan menunjukkannya padanya. Dia tersenyum dan lari dari sana.

Chavvi sedang membaca majalah dan memperhatikan sebuah artikel tentang perbaikan rambut rontok. Dia ingin mencobanya dan membaca artikel lengkap. Obat itu termasuk penggunaan telur dan dia berpikir apakah akan melanjutkan atau tidak dan kemudian mengira Bhabho tidak ada di dalam rumah dan tidak ada yang akan mengetahuinya atau memberitahu Bhabho.

Seorang sopir van sedang memanggil dan Suraj dan Sandhya pergi ke van tapi Suraj memperhatikan bunga dan ingin memberi hadiah kepada Sandhya. Dia mengatakan kepadanya bahwa dia melakukan begitu banyak pengaturan untuk pernikahan kembali ini dan dia tidak melakukan apapun, jadi dia berpikir untuk memberi hadiah sesuatu dan sekarang memutuskan untuk memberi hadiah kepadanya. Melihat arah penglihatannya, Sandhya melihat sebuah gerobak dengan nighties sementara Suraj sedang menyaksikan kereta berikutnya dengan bunga. Sandhya mencoba menghindarinya tapi Suraj bersikeras mengatakan bahwa dia telah mendengarkannya selama ini dan dia harus mendengarkannya sekarang. Dia menyeretnya ke gerobak dan mengatakan bahwa dia menyukai warna merah dan juga meminta warna favoritnya sehingga dia bisa membelinya. Sandhya enggan saat Suraj pergi ke gerobak dobel dan mengeluarkan bunga kuning lalu bunga merah. Sandhya menyadari kesalahpahamannya dan bertanya apakah dia berbicara tentang bunga dan kemudian meminta bunga kuning. Suraj mengumpulkan sekumpulan mawar kuning dan mengatakan kepadanya bahwa bunga-bunga ini akan mengingatkannya pada pernikahan mereka dan kemudian mengumpulkan sekumpulan mawar merah dan mengatakan kepadanya bahwa itu adalah simbol cinta dan akan mengingatkannya pada kebiasaan pernikahan terakhir mereka. Dia mencium bau itu dan memberikannya padanya sambil mengatakan bahwa Wo Ai Ni. Sandhya menerimanya dan memberi mawar merah kepadanya sambil mengatakan Wo Ai Ni. Toko bunga mengembalikan uang kembaliannya dan Suraj memintanya untuk menyimpannya. Dia bertanya kapan van berikutnya untuk tempat mereka dan toko bunga mengatakan mungkin dalam satu jam atau setengah jam. Seekor becak melintas di mana seseorang mengumumkan kepada publik tentang program tarian yang diadakan di dekatnya. Sandhya berkeras menontonnya karena mereka memiliki waktu tersisa satu jam atau lebih. Toko bunga tersebut memberitahu mereka arah untuk mencapai tempat program tarian.

Meena mengeringkan pakaian dan Vikram mendatanginya untuk meminta makanan. Dia bilang dia belum siap. Dia menegurnya karena kemalasannya karena Bhabho tidak ada di sana. Dia bercerita tentang bagaimana ibu Emily membawa popok untuk bayi Emily agar pakaian tidak basah dan mereka bisa menghemat waktu mencuci. Dia meminta Vikram membeli beberapa untuk Kanha. Vikram mengolok-olok ucapannya untuk memanggil nomor telepon untuk mendapatkannya secara gratis dan ternyata nomor telepon ibu Meena. Meena menyadarinya dan mengatakan bahwa bisnis suaminya berjalan cukup baik dan dia akan membeli popok. Vikram menjelaskannya dalam bahasanya tentang biaya setiap popok dan harganya sekitar 20 rupee per hari dan memikirkannya. Dia memintanya untuk memanggilnya begitu makanan disiapkan. Meena menghitung biaya popok dan kemudian memutuskan untuk tidak membelinya. Setelah berpikir sejenak, dia berkata pada dirinya sendiri, dia tidak dapat memikirkan pengeluaran dari kantongnya sendiri tapi bisa mengeluarkannya dari saku orang lain.

Tariannya dimulai dan SurYa mengamatinya. Penari tersebut menyeret Suraj untuk menari bersamanya. Seiring tariannya, Sandhya kesal. Suraj dan penari menyebarkan warna sambil menari dan menggambar. Selagi tariannya selesai, Suraj memperhatikan Sandhya yang kesal.

Precap: Suraj dan Sandhya di sebuah pondok di kedua sisi layar kain putih. Suraj melihat bayangan Sandhya di kain dan menggerakkan tangannya agar bisa meletakkannya di Sandh

** Note Sinopsis dibuat berdasarkan Sinopsis 1 Episode Penayangan di India,,

Comments


EmoticonEmoticon