Senin, 02 Mei 2016

Fatmagul Episode 120


===Meltem kembali kerumah, ibunya menyapa dan berkata jika ayahnya datang. tapi meltem langsung menghindari ayahnya…………
“dunia telah kalah, kau tidak menjawab telpmu bahkan tidak menatap wajah ayahmu, semuanya berakhir sekarang.”kata turaner. maafkan aku ayah, tapi aku juga lelah seperti dirimu kata meltem.
“aku sudah membuat pernyataan, aku mengundurkan diri, tidak ada yang menahanmu lagi, jadi bagus untukmu……….kau tidak perlu menunggu. kau bisa bercerai sekarang………”kata turaner. aku akan menunggu beberapa saat dulu, aku belum selesai dengan yasaran kata meltem. membuat ayah dan ibunya saling menatap……
Turaner marah tapi istrinya langsung menengahinya………
===PErihan akhirnay pulang kerumah, ia meliaht suaminya sedang menonton tv ttg berita pengunduran turaner bey………
“semuanya berakhir skrng, masa depan perusahaanku dan proyek yang sedang akan kerjakan rusak oleh cinta duniawi selim, namaku, karirku, reputasiku……..semuanya hancur dalam sekejap. semua orang melayang layang diatas kita seperti burung pemakan bangkai. aku mengeluarkan banyak uang untuk menutupi kasus ini, termasuk saudaramu munir ……semua orang menggigitku. dan kita tidak pernah tahu apa kita akan memenangkan pertarungan ini  ………”kata rezat.
Perihan mendekati suaminya sambil menangis, ia ingin rezat mengeluarkan selim dari sana……..”dia bisa pergi keneraka”kata rezat kesal sekali. rezat berkata jika ia bisa pergi ke polisi dan mengatakan semuanya, aku bersumpah katanya dengan marah……….
“aku mohon kepadamu, selamatkan anakku, “kata perihan.
“aku pikir kau kasihan dengan gadis itu, kenapa berubah??”tanya rezat.
“keluarkan dia dari sana, dia ada ditempat yang mengerikan, “kata perihan lagi. Mereka seharusnya dihukum dua kali lebih buruk untuk apa yang telah kau lewati kata rezat sambil memeluk istrinya.
===Meltem ada dikamarny dan merenung, ia kemudian menelepon munir dan berkata ingin menjenguk selim. saat itu munir bersama dengan asu……….
“istri selim, dia akhirnya memilih pihak yang menang juga. ingat semua kata yang aku katakan kepadamu, sampai tgl 16 juni, kau tidak boleh terlihat dan jangan meninggalkan kota juga. kau mengerti???……. “kata munir sambil mencengkeram tangan asu.
“aku mengerti”jawab asu. kau bisa pergi sekarang……….asu kemudian keluar dari mobil munir.
===Diruang tamu, fatmagul memilih yayasan yang akan dia bantu. ……….”Mor Çatı Women’s Shelter Foundation…” akan menerima sumbangan darinya.
“mencoba untuk membantu, seakan kau selamat juga. mencoba untuk menjadi pahlawan………”kata mukkades sinis. Fatmagul kesal dan keduanya pun berdebat, karim dan rahim ada diteras. mereka mendengar pertengkaran itu tapi keduanya hanya diam………
 Kemudian ayah karim menelepon, meryem memanggil karim……….
Meryem nampak ragu saat hendak menjawab, tapi karim memaksanya………..”halo, ini bukan mukkades hanim, ini meryem……….”kata meryem. karim tidak sabar dan mengambil hp itu………
“Halo fathretin bey, ini karim. dengar………..kita tidak punya kesamaan selain nama terakhir kita. jadi jangan mencoba untuk mencariku dan juga mengirim surat kepadaku. jangan datang untuk menemuiku, jangan pernah. ayahku sdh mati sebelum ibuku, kau dengar aku??? hari di saat dia meninggalkan kami tanpa melihat kebelakang,  seperti aku yang tidak bisa melihat dan mendengar ibuku lagi, aku juga tidak ingin mendengarmu juga. hormati itu, kau tidak punya tempat dalam hidupku, aku tidak ingin ada dirimu dalam hidupku……..”kata karim dengan nada bicara tinggi, semua yang ada didalam ruangan itu hanya terdiam………
===Keesokan paginya, fatmagul menemui dokternya dengan diantar oleh rahim. ia bercerita ttg apa yang terjadi kepada karim…………..kata kata yang dipakai karim sering dia ucapkan sebelumnya……..
Waktu berlalu, karim dan fatma juga meryem mulai mempersiapkan restoran mereka. karim sangat senang melihat fatmagul bersemangat. keduanya sering bertatapan mata tapi tak ada sesuatu yang keluar dari bibir keduanya.
Fatmagul sendiri mulai bisa tersenyum setelah beberapa kali menemui dokternya, ia mulai melupakan masa lalunya yang buruk dan menatap masa depan lebih baik……..
“aku menyumbangkan semua uang mereka. mungkin aku akan menjadi relawan nanti, dapurku juga akan segera selesai……aku akan bekerja disana, meski belum ada nama tapi ada nama keluarga dalam kontrak itu, ini sangat penting untukku, ini pertama kalinya untukku, sesuatu yang kami miliki bersama, tidak hanya milikku, kami akan memasak dan memberikan pelayanan ditempat yang sama, semoga kami juga bisa menghasilkan uang juga. aku sangat bersemangat ttg hal ini……..”kata fatmagul dengan senyuman mengembang di wajahnya……….
Sampai kemudian bel berbunyi, sesi pertemuan dengan dokternya sudah seelesai. rahim sendiri terbangun mendengar bunyi bel………
Apa yang akan terjadi kemudian ya??? BACA SELANJUTNYA DI || SINOPSIS Fatmagul Episode 121
Comments