Minggu, 01 Mei 2016

Fatmagul Episode 113


===Karim merasa tidak enak dengan foto itu, ia kemudian mengikuti fatmagul kedapur dan menoba menjelaskan bahwa tidak ada apa apa dibalik foto itu……..karim berkata jika kristen biasa berkomunikasi dengan menyentuh,
“kau tahu apa yang kuupikirkan?? aku pikir dia sengaja mengirim foto itu , kau mungkin mengakhiri hubunganmu dengannya tapi dia masih menyukaimu. dia cemburu kepada kita, dia berpikir kita sedang jatuh cinta, dia pikir bisa menyakitiku…….gadis yang malang, seandainya dia tahu apa yang sebenarnya terjadi. katakan yang sebenarnya kepadanya agar dia merasa lega…….sungguh, “kata fatma, membuat karim kecewa………
Ditempat tidurnya, fatma tidak bisa tidur karena memikirkan ttg bagaimana sikap kristen kepada karim malam itu……….
Meryem sendiri datang kekamar karim, karim berkta jika ia sedang menulis surat untuk kristen dan membuatnya mengerti, dan dia sendiri tidak akan bekerja lagi kepadanya. itu bagus jawab meryem. Meryem kemudian berkata jika mereka punya masalah keuangan sekarang, uang hasil penjualan rumah sudah mulai menipis.
“kita harus mengurus perkara dan itu bukan uang yang sedikit” kata meryem, aku akan mengurusnya jangan khawatir.
“jangan langsung berkata sseperti itu, mari kita bicara. rahmi tidak bekerja, mukkades tidak bekerja, aku tidak bisa menjual obat herbal lagi dan kita juga tidak bisa hidup dari gajimu saja. kita harus melakukan sesuatu “kata meryem. aku akan bekerja lebih keras kata karim.
Meryem mengusulkan agar mereka melakukan sesuatu sebagai keluarga, dengan menjalankan bisnis kecil misalnya…………
“ini akan membuat fatma bahagia juga, jika kau perhatikan dia tidak pernah lagi bicara kasus skrng, bertemu dengan dokter ternyata manjur untuknya. dia juga sangat senang menghabiskan waktunya dengan bekerja, semoga kita bisa menemukan sesuatu seperti itu”kata meryem. ia juga berpesan kepada karim agar tidak memberitahu mukkades rencana ini atau dia akan membuat mereka patah semangat………..
Karim berkata jika sebaiknya mereka menyewa sebuah toko……….
===Hari pun berjalan, fatmagul sibuk belajar. karim sendiri semakin bersemangat dalam bekerja. sedangkan mukakdes menunggu  nunggu surat balasan dari ayahnya karim. dia kecewa ketika pak pos tdk membawa surat untuknya………
Karim juga melihat lihat toko yang akan ia sewa, sedangkan mustafa tampak akan membeli sebuah rumah.
Didalam penjara, erdugan dan selim tampak berjalan jalan diluar. mereka masih harus menghabiskan waktu disana sampai persidangan tiba.
===Fatma masih belajar diluar ketika karim datang, kerim berkata jika dia lembur agar besok tidak kerja, ia akan mengantar fatma mengikuti tes……….”tak perlu begitu”kata fatma. seseorang harus memberikan dukungan kepadamu kt karim.
 Kau akan menunggu lama selama disana,
“aku tidak masalah kalo harus menunggu , aku ingin datang denganmu, kata karim singkat.
Okey terima kasih sahut fatma. karim kemudian memberikan sebuah hadiah untuk fatma, baju atasan cantik warna putih. fatma sangat menyukainya……..
“terima kasih, kau sangat baik”kata fatma sambil tersenyum manis.
“saat aku melihatnya, aku berpikir jika itu akan sangat bagus kau kenakan. “kata karim. kemudian mereka berdua masuk kedalam rumah, jangan lupa menyalakan alarm . aku juga akan melakukannya kata karim
Saat didalam rumah, fatma kembali menatap baju itu dan meletakkannya dengan rapi dikursi agar tidak rusak.
===Meltem kembali dari milano, ia kaget melihat lampuu rumah menyala. ternyata perihan yang datang untuk mengambil beberapa pakaian selim. ………..”apa kabarmu? apa kau sudah baikan??” tanya perihan
“sayangnya, kemanapun kau pergi, pikiranmu ikut bersamamu , ada kabar?”tanya meltem.
“tidak ada, jaksa meminta waktu lebih untuk penyelidikan , aku rasa persidangan akan dimulai juni, kau tidak ingin mengatakan yang lain???” tanya perihan. tidak, semoga perjalananmu menyenangkan kata meltem dingin, perihan pun berlalu………
Apa yang akan terjadi kemudian ya??? bagaimana pertemuan antara selim yang manja dengan ibunya nanti ya??? apa kira kira usaha keluarga yang akan dibuat karim dan fatma?? BACA SELANJUTNYA DI || SINOPSIS Fatmagul Episode 114
Comments