Rabu, 18 Mei 2016

Elif Season 3 Episode 347


Di sebuah taman,
Pelin bicara pada Koray tentang surprise apa itu karena Pelin tak faham atau tidak mau surprise/kejutan itu dan Koray bicara sambil mengambil satu balon di tangannya dan ia berikan kepada Pelin dan keduanya terus ngobrol hingga Koray memecahkan balon yg ada di tangan Pelin membuat Pelin kaget tapi ternyata isi dari balon itu adalah surprisenya berupa sebuah cincin yg Koray langsung jongkok dan mengungkapkan perasaannya pada Pelin kalau Koray ingin Pelin menerima cincin itu tapi Pelin tidak mau hingga Koray berdiri dan Pelin mengatakan kalau "Aku mencintai Selim" dan Koray pun terdiam kecewa.
Di rumah Emiroglu,
diruang santai/tv,Elif dan Inci duduk melamun lalu Selim masuk dan berkata sambil menyembunyikan sesuatu (pistol air) dibalik tubuhnya,dan Elif berkata sambil Salim duduk dan Selim juga berkata dan Inci pun berkata dan Elif bertanya dan Selim menjawab seakan memberi tau sesuatu dan Elif pun berkata pada Inci mengajaknya keluar tapi baru melangkah Selim berkata dan mendekati Elif juga Ini di sambil memberikan pistol air dan Elif berkata dan Selim juga berkata lalu tersenyum.
Dan diluar rumah,Kenan terlihat menemani Tugce yg sembunyi juga sudah memegang pistol air lalu Elif juga Inci keluar sambil Elif bertanya dimana Ayah? dan Inci yg tidak tau berkata,lalu Tugce keluar dari persembunyiannya sambil berkata dan mereka bertiga pun main tembak-tembakan pakai pistol air itu dan Kenan tersenyum melihatnya lalu Tugce berkata pada sang Ayah sambil tos,lalu Kenan melangkah berdiri di tangga tanpa ia tau kalau ada Melek di belakangnya gantian berdiri ditempat Kenan tadi berdiri dan Melek juga tersenyum melihat anak anak bermain pistol air,kemudian Arzu datang berdiri di luar pintu gerbang memperhatikan anak-anak tengah bermain dan juga Melihat Kenan dan Melek yg tersenyum melihat anak anak tengah bermain,lalu Tugce berkata melihat Ibunya datang dan Kenan juga Melek langsung melihat ke gerbang,kemudian Tugce berlari menghampiri dan Arzu juga masuk membuka pintu gerbang dan keduanya berpelukan dan ngobrol sebentar lalu Arzu dan Tugce melangkah menuju rumah tapi Kenan turun dari tangga dan Elif juga Inci berdiri disisi Melek dan Kenan berkata pada Arzu dan Arzu juga berkata kemudian Melek membawa Elif juga Inci kedalam rumah lewat halaman samping dan Kenan berkata pada Tugc untuk masuk dan Tugce sampai menolak tapi menurut juga meski ia terlihat kesal dengan sang Ayah karena menyuruhnya masuk kedalam rumah.
Dan didalam rumah,Melek membawa Elif juga Inci hingga dekat anak tangga dan Elif berkata pada sang Ibu dan sang Ibu juga Inci berkata dan Tugce yg sudah masuk pun berkata terlihat kesal dan Melek berkata pada Tugce dan mereka ngobrol lalu Tugce Elif juga Inci pun menaiki anak tangga menuju kamar.
Sedangkan diruang tamu,Selim bicara dan sang Ibu berkata lalu Melek berdiri dipintu ruang tamu hingga Ny.Aliya menyuruh/mengajak Melek untuk duduk bersama tapi Melek terlihat memikirkan sesuatu dan itu membuat Zeynep dan Bibi Rabi'ah bertanya padanya dan Melek menjawab dan semuanya ngobrol dengan Melek yg masih berdiri di pintu ruang tamu.
Dan diluar rumah,Arzu bicara dengan Kenan dan Kenan juga bicara dan keduanya ngobrol dengan Kenan yg terlihat emosi.
Sedangkan di kamar Tugce,Elif Inci juga Tugce baru saja berganti pakian dengan Elif yg membantu Inci memakaikan bajunya dan Inci berkata dan Elif juga berkata lalu Tugce dan Elif ngobrol berduaan soal orang tua Tugce tapi Inci tidak ikut ngobrol melainkan ia duduk disisi ranjang Tugce (mungkin Inci sedih tidak ada orang tuanya) dan Elif juga Tugce pun memperhatikan Inci dari belakang.
Dan diluar rumah,Arzu berkata pada Kenan dan Kenan berkata "Apa!" dan keduanya terus ngobrol bersama dengan emosinya masing-masing bahkan Kenan sudah mengusir Arzu tapi tetap saja Arzu mau masuk kedalam rumah dan Kenan memegang tangan Arzu dan Arzu berkata lepaskan aku dan Arzu pun masuk sambil Kenan mengikutinya "Arzuuuu" da" dan di dalam rumah keduanya masih terus berdebat hingga Arzu memanggil Tugce,lalu Selim dan sang Ibu menghampiri sambil Selim bicara dengan Arzu dan Arzu berkata dan Selim bicara lagi dengan emosinya dan sang Ibu juga berkata terlihat jutek pada Arzu dan Kenan memegang tangan Arzu yg mau ia bawa keluar tapi Melek yg berdiri di ruang tengah berkata,maka pergilah Arzu menaiki anak tangga menuju kamar Tugce dan berpapasan deng Elif juga Inci yg mau menuruni anak tangga dan Elif langsung memeluk sang Nenek karena Elif terlihat ketakutan dan Inci berdiri bersama Kenan.
Sedangkan dikamarnya,Tugce sedang melipat satu pakaiannya lalu datang/masuk Arzu sang Ibu dan Tugce memeluknya sambil bicara dan sang Ibu juga bicara.
Di dalam mobil,
dalam perjalanan,Koray mengendari mobilnya dengan kecepatan tinggi dan Pelin bicara dengan Koray tapi Koray diam saja lalu Koray langsung menginjak rem mendadak dan menggenggam tangan Pelin sambil bicara dengan emosinya pada Pelin dan Pelin minta dilepaskan tangannya tapi Koray terus memegang dan bicara dengan emosinya dan Pelin pun berontak hingga ia mau keluar tapi tenaga Koray lebih kuat jadi Pelin tak bisa keluar meski sudah berteriak minta tolong dan Koray langsung tancap gas lagi meski Pelin berontak,Koray menyuruhnya diam.
Dirumah Emiroglu,
dikamar Tugce,Tugce dan Arzu duduk diranjang sambil Tugce bicara tapi sang Ibu melamun hingga Tugce berkata barulah Atau berkata dan keduanya terus ngobrol bersamadiranjang sambil Tugce bicara dan sang Ibu hanya mengaduk aduk makanannya saja dan berkata pada Tugce dan Tugce berkata lalu Arzu sang Ibu mulai kepo ngorek-ngorek jawaban dari Tugce dengan menanyakan Melek dan keduanya terus ngobrol bersama hingga Tugce semakin emosi dan Arzu makin jutek ga jelas dan berdiri lalu berkata pada Tugce dan Tugce yg duduk hanya diam.
Dan di meja makan,keluarga Emiroglu sedang makan lalu Arzu menghampiri dan menyapa "Kenan" dan Kenan bertanya ada apa? dan Arzu berkata meski semua pasang mata menatapnya lalu Arzu dan Kenan menuju ruang santai/tv sambil sang Ibu berkata.
Dan diruang santai/tv,Kenan dan Arzu berdebat hingga Kenan kembali keluar menuju meja makan,dan Selim bertanya pada Kenan dan Kenan menjawab sedikit dan sang Ibu bicara dan Kenan juga bicara lalu Kenan berkata pada Elif sambil menyuapi Elif makan dan Arzu keluar dari ruang santai/tv dan menghentikan langkahnya melihat ke ruang tamu sambil bicara sendiri dalam hatinya lalu Arzu melangkah lagi dan Tugce yg menuruni anak tangga berkata pada sang Ibu dan sang Ibu juga berkata kemudian keduanya menuju kamar Tugce.
Dan masih dirumah Emiroglu,
dikamar Tugce,Tugce berdiri tolak pingga berkata pada sang Ibu dan Arzu sang Ibu langsung jongkok dan bicara dengan Tugce sambil memegang kedua tangan Tugce dan keduanya terus ngobrol bersama dengan Arzu yg memberi kata kata beracunnya pada Tugce dengan menyebut Melek dan Elif lalu Arzu memeluk Tugce.
Sedangkan di meja makan,Elif bicara dengan sang Ayah dan Inci berkata dan Elif bicara lagi dengan sang Ayah lalu Elif menghembuskan nafasnya dan sang Ayah bertanya dan Elif kembali bicara menyebut Hamit dan sang Ibu berkata lalu Ny.Aliya bertanya siapa Hamit? dan Melek menjawab dan Ny.Aliya berkata dan MELEK bicara lagi lalu Bibi Rabi'ah juga bicara dan Elif bicara dengan Bibi Rabi'ah dan Inci juga sang Bibi berkata dan Elif kembali bicara dan semuanya jadi ngobrol bersama membahas Hamit hingga Elif bercerita gimana Hamit dulu dan Kenan langsung menyebut "Senor,si paman tua kejam" dan Kenan pun teringat/terbayang saat dahulu ia mencari Elif hingga ketempat pembuangan sampah dan menanyakan Elif pada seorang pemulung dan pemulung itu memberi tau alamat rumah Senor dan Kenan pun segera ke rumah Senor,dan didepan rumah Senor Kenan mengetuk pintu dan Senor membuka pintu bertanya dan Kenan juga bertanya apa benar dengan Senor dan keduanya ngobrol hingga Kenan menunjukkan poster Elif dan Kenan juga mau masuk meski Senor sempat menghadangnya dan usai mengingat/membayangkan itu Kenan berkata dan Selim bertanya dan semuanya ngobrol bersama dengan Elif yg ingin Hamit didatangkan dan sang Ayah pun akan mengabulkannya.
Dan malam kian larut...
Di rumah Koray atau kontrakkannya hehe
Koray membawa Pelik masuk meski Pelik terus bicara sambil menangis dan Koray berkata dengan emosinya hingga mau memukul Pelin tapi masih ia tahan dan Pelin terus menangis.
Di rumah Farida,
diruang tamu/tv,Tulay sedang merapihkan meja lalu Murat pulang dan Tulay bicara dengda,
diruang tamu/tv,Tulay sedang merapihkan meja lalu Murat pulang dan Tulay bicara dengan Murat yg berdiri bersandar ditembok dan Murat juga bicara dan Tulay berkata lalu Murat duduk dan Farida pun datang baru pulang juga dan Tulay berkata lalu ia ke dapur dan Farida duduk kemudian Murat berkata dan Farida juga berkata dan keduanya ngobrol dengan Murat yg terlihat masih cemburu di episode kemarin padahal Farida usai membuat program entah apalah itu tapi Murat tetap cemburu dan ia berkata lalu keluar dari ruangan itu dan Farida tersenyum saja melihat program yg bawa berbentuk buku hehe
Di rumah Koray atau kontrakkannya hehe 
Koray dan Pelin duduk tapi Koray mengikat kedua tangan Pelin kebelakang sambil Pelin berkata dan Korai juga berkata dan keduanya ngobrol hingga Koray selesai mengikat tangan Pelin dan ia mau keluar sebentar lalu Pelin berkata "Telepon" dan Pelin pun berdiri mengambil handphonnya dalam tas meski tangan ia terikat tapi Pelin mendapatkan handphonenya lalu Koray kembali dan langsung merebut handphone itu dan membuangnya sambil bicara dan mendorong Pelin hingga jatuh di sofa dan keduanya masih terus ngobrol. BACA SELANJUTNYA || SINOPSIS Elif Season 3 Episode 348
Comments