Rabu, 27 April 2016

Efsun Dan Bahar Episode 106


By WINDA SANANI

1. Dipondok attahan, efsun nuran mucella dan ilyas merenungi kesedihannya, efsun tak berhenti menangis, nuran menangis sambil berdoa, tak lama hasret dan bahar datang, hasret menuntun bahar, bahar yang sudah sangat pucat dengan pandangan yang kosong berjalan lemas, nuran langsng memeluk erat bahar dan menangis, bahar mengatakan "ates telah pergi" sambil menangis, hasret menenangkan bahar dan meyakinkan polisi akan menemukannya, bahar terus menangis, hasret menitipkan bahar ke nuran, ilyas memeluk bahar erat dan menenangkannya

2. Dirumah attahan, hulya arda fulya dan edibe masih berdebat masalah perusahaan, fulya mengatakan sesuatu lalu pergi

3. Efsun dan nuran sdng berbincang di dapur, efsun terdiam lalu menangis, efsun menyebut nama ates, efsun langsnf memeluk nuran, nuran pun ikut menangis ngejer

4. Ditempat ziarah, nuran dan sakine sdng berdoa (puanjang banget doannya) nuran memohon dengan sangat, sakine pun tak kalah khusu' dengan nuran, selesai berdoa mereka sdkit berbincang dan memutari makam, nuran pun keluar, sakine berdoa sebelum keluar (mungkin mendoakan nuran biar dapet hidayah haha) sakine pun keluar, mereka berbincang dan menyebut nama ates lalu pergi

5. Dikantor attahan, efsun sudah ada didepan ruangan tn senar, efsun menyiapkan apa yang akan ia katakan, efsun pun mengetuk pintu dan masuk, efsun terus berbicara tapi tn senar terus menulis sesuatu tanpa mengjiraukan efsun, efsun trs berbicara dan akhirnya tn senar pun menjawabnnya (lucu liat ncun ^_^) efsun pun pergi, ia bertemu dengan onur lalu berbincang, onur pun pergi dan efsun bertemu dengan hulya dan arda yang sudah rapih ingin memimpin rapat, efsun terus berbicara tanpa titik koma, tapi hulya dan arda hanya saling melirik dan pergi (haha dikacangin wkwk) efsun terlihat malu dan pura2 menegor resepsionist wkwkw
6. Diruang rapat, hulya sedang memimpin rapat mengeluarkan keputusan yang tdk disukai oleh para karyawan, hulya dan arda pun tersenyum sinis (hulya akan menggusur para pedagang di losmen)

7. Dilosmen, bahar sedang duduk termenung sndiri, lalu ates duduk dihadapannya, bahar sangat terkejut dan gembira, ates menggenggam erat tangan bahar dan mengatakan "jikau kau kehilangan harapan, maka kau akan kehilangan aku" sambil tersenyum, bahar memejamkan matanya dan menggenggam erat tangan ates, hamid dan temannya datang menyadarkan bahar dari lamunannya, bahar sadar dan terkejut hamid mengucapkan belasungkawa atas kejadian yang menimpa ates, bahar pun berterimakasih dan menangis, hasret datang dan memeluk bahar

8. DiTKP ismail sdng menelpon seseorang, sdng para polisi masih mencari ates, salah satu polisi menemukan dompet dan cincin tunangan ates. DiLosmen, hulya dan arda sdng mengarahkan sesuatu ke tn senar dan petugas lainya, tn edim yang sudah memperhatikan hulya terlihat geram, tn edim memanggil hulya dan mengatakan sesuatu, mereka berdebat, hulya menyuruh arda untuk pergi, hulya pun naik keatas ke tempat hasret bekerja

9. Ditempat hasret, bahar sedang melamun, hulya datang dan iba melihat keadaan bahar, hulya mengucapkan belasungkawa ke bahar, bahar pun berterimakasih, hulya mengatakan sesuatu ke hasret yang membuat bahar marah , hasret pun menenangkan bahar, hulya mencoba menjelaskan oelan2 ke bahar lalu pergi (kayanya hulya meminta hasret untuk cari tempat lain, karna losmen akan dijadikan semacam apartemen atau mall entahlah ), hasret masih menenangkan bahar, bahar memeluk hasret dan menangis, ponsel bahar berbunyi dan ismail memberi kabar menemukan barang milik ates, bahar bergegas ke TKP

11. Dikantor polisi, fulya datang menjenguk mehmet, mereka melepas rasa rindunya, fulya menangis dan mengataka sesuatu tentang ates, fulya juga mengatakan keserakahan hulya yang akan menggusur losmen, mehmet kaget dan terlihat marah, fulya pun menangis dan mencium mehmet

12. Di TKP efsun dam bahar sdng menangis ditepi jurang ismail datang dan menatap keduannya, efsun melihat ke arah bahar dan berkata "Ayolah Ates, keluarlah... demi Bahar, adikku. Aku sgt mencintaimu, aku tak peduli kau tdk mencintaiku. Melihatmu dan menghirup aromamu saja sdh cukup" ismail menghampiri bahar dan mengatakan sesuatu, ismai memberikan dompet dan cincin tunangan milik ates, bahar menangis dan mencium cincin ates, bahar terduduk lemas dan menangis, ismail menenangkan bahar dan meyakinkan bahar (lagu sedih pun dimainkan )

13. Dicafe, onur sdng menunggu efsun, efsun datang dan mereka berbincang, onur memberikan sekoper uang ke efsun dan..

Next eps : bahar nuran dan efsun sdng makan malam, tapi bahar hanya terdiam, ponsel bahar berbunyi, bahar tak ingin mengangkatnya, tapi efsun meyakinkan bahar, bahar pun mengangkatnya, nuran terus berdoa, bahar kaget dan semuannya tersenyum lega, karna pihak rumah sakit menelpon bahar dan mengabarkan keberadaan ates... BACA SELANJUTNYA DI || SINOPSIS Efsun Dan Bahar Episode 107
Comments