Senin, 25 April 2016

Efsun Dan Bahar Episode 104


By WINDA SANANI

* Ismail dan para polisi menuju rumah semi panas mehmet, seorang kakek tua membukakan pintu, ismail mengerahkan seluruh anggotanya untuk menggeledah rumah mehemet, dan salah seorang polisi menemukan bukti dompet dan ktp milik yusuf (eps sebelumnya)*

1. Diwaktu yang bersamaan, ates bahar dan mehmet tiba di rumah attahan dengan membawa esma, bates menggandeng esma masuk, fulya sangat senang dan terharu melihatnya, esma hanya diam melihat sekeliling rumah attahan, "Merhaba" kata fulya, esma pun menjawabnnya, hulya bangun dr tempat duduknya dan mendekati esma dengan terpaksa, "Merhaba" kata hulya sambil memegang dagu esma dan tersenyum, tak lama efsun turun dan suasana menjadi lucu, efsun trs mengoceh memperkenalkan dirinya ke esma, efsun membisiki esma tentang hulya, hulya melihatnya penasaran, esma pun tersenyum dan kembali ke pelukan bahar, efsun hanya komat kamit melirik ke belakang (lucu..lucu haha) fulya mengajak esma melihat banyak mainan di meja, bahar dan ates pun mengiringi, mehmet masih berbincang dengan pengasuh yayasan, bel rumah berbunyi, beyza membukakan pintu, dan ismail cengis pun masuk, mehmet dan yang lain keluar, semuanya terkejut melihat kedatangan ismail, mehemt bertanya ada apa, ismail menjawab akan menahan mehmet terkait kasus yusuf, ismail pun memberitau sudah menemukan bukti di rumah musim panasnya mehmet, ates pun membela mehmet, ismail dan cengis tetap menahan mehmet, esma memeluk bahar ketakutan, mehmet pasrah dan pergi, sebelum pergi mehmet tersenyum ke esma, esma pun membalas senyuman mehmet, mehmet pun pergi dibawa polisi, fulya dan hulya pasrah dan menangis, ates langsng mengikuti mobil polisi dr belakang, sdngkan bahar masih menenangkan esma, efsun sdng mencari tempat aman untuk menelpon nuran, efsun pun menelpon nuran dan memberi kabar tentang ditahannya mehmet, nuran kaget, efsun trs menjelaskan bahwa polisi menemukan bukti dirumah musim panasnya mehmet, efsun pun menutup tlpn, mucella yang penasaran apa yang terjadi bertanya ke nuran, nuran pun menjawab kabar tentang mehmet, semuanya sangat kaget dan langsng bergegas pergi ke rumah attahan

2. Dikantor polisi, mehmet sdng diintrogasi oleh ismail dan cengis dan didampingi oleh ates, ismail bertanya ke mehmet, mehmet pun menjawabnya, ates terus membela mehmet, sedangkan bahar masih menenangkan fulya di ruang tunggu, tak lama hasret datang dan memeluk bahar, hasret menghampiri fulya dan mengatakan sesuatu, fulya menjawabnya dan bersandar dipundak hasret, keduannya menangis, tak lama ates datang, fulya langsng bertanya ke ates, hasret menenagkan fulya, mereka pun kembali duduk, ates langsng memeluk bahar erat dan mengatakan sesuatu

3. Dirumah attahan, hulya tek berhenti menangis dan menelpon seseorang, sdngkan edibe pun syok dan diberikan obat oleh muge dan adile, arda bolak balik seperti strikaan, tak lama efsun datang dgn nuran, efsun mengatakan sesuatu dan tak ada satu pun yang menjawab, efsun mengatakan sesuatu dan muge menjawabnnya, efsun duduk disamping hulya menenangkan hulya yang sdng menangis, efsun mengusap pundak hulya tapi hulya menghindar, efsun menangis (air mata buaya preet ) dan bersandar di pundak hulya, hulya kaget dan diam, hulya melihat wajah efsun dan (sereeem katanya haha) hulya menghindar, efsun pun pergi dengan nuran, nurcun berbincang sambil jalan keluar, mucella pun keluar dr pondok attahan, mereka sedikit berdebat lalu keluar

4. Dibengkel salih, nurcun dan mucella tiba, salih mengajaknnya masuk, nuran pun menutup pintu, nuran mengawali percakapan, mereka pun berdebat mengenai mehmet emir, salih kesal dengan ocehan nuran dan efsun, salih keluar dan mereka mengikuti, nurcun pun bertengkar dengan salih sdngkan mucella hanya memperhatikannya, salih membentak nurcun dan efsun hampir melemparkan salih dengan kunci inggris, tapi nuran dan mucella menahannya, salih mengingat dan mengatakan ia mengubur jasad yusuf didepan pondok attahan, nurcun dan mucella kaget, nurcun trs membentak salih, saluh pun kesal dan me dekati efsun lalu membentaknya,mucella menyuruh nurcun pulang, nuran menolak
nya, mucella memaksanya untuk pulang, akhirnya nurcun pun pulang, mucella mengatakan sesuatu ke , salih memberikan foto mudannya dan cincin ke mucella, mucella menangis dan pergi (suangaaat membosankan )

5. Di kantor polisi, ates bahar fulya dan hasret masih menunggu, fulya trlihat sangat panik, bahar pun menenangkan fulya dan pergi membelikannya air, ates pun geram dengan salih dan bergegas pergi, bahar pun kembali dan bertanya kemana ates, sementara ates sdng dalam perjalanan menuju bengkel salih, ates benar2 geram dengan salih, bahar terus menghubungi ates, tapi ates menghiraukan panggilan bahar

6. Dirumah attahan, nurcun tiba dan efsun pun kaget melihat ilyas dibalik pintu gerbang (itu satpam kmna si ih, kesel dah ) mereka berbincang lalu masuk, saat ingin masuk, nuran menunjuk kubura yusuf, semuannya kaget, efsun melihat ke arah satpam dan tersenyum, ilyas menghampiri makam yusuf dan menangis (kalo diindonesia udh jadi hantu penasran kali ya haha). ditempat salih, ates tiba dan tempat pun gelap, salih keluar dan menyalahkan lampu, ates menggertak salih, mereka oun berdebat, salih mengusir ates dengan membukakan pintu mobilnya, ates kesal dan menutupnya, ates mengatakan akan terus mencari bukti bahwa salih dibalik semua ini, ates pun pergi, salih menatap tajam ke mobil ates dan mengatakan sesuatu (kayanya merencanai pembunuhan ates) 

7. Dikantor polisi, bahar terus menghubungi ates, bahar sangat panik, hasret menenangkan bahar, para wartawan pun datang dan menanyakan tentang mehmet ke fulya, fulya hanya diam syok, hasret pun mengatakan sesuatu, ismail dan cengis datang mengusir para wartawan itu, 

8. Digelincik, nurcun mucella and ilyas masih ketakutan dan berbincang didepan pondok, tak lama para wartaean datang dan memaksa untuk masuk, efsun pun menghampirinya dan mengatakan sesuatu, dirumah attahan, beyza memberi tau hulya yang sdng menangis keadaan didepan rumah, hulya kesal dan langsng keluar diikuti muge dan arda, hulya berteriak dan mengatakan sesuatu, hulya mengatakan sesuatu dan mengusir wartawan itu sambil menangis

8. Dikantor polisi, hasret masih menenangkan fulya, bahar yang panik memikirkan ates, ates datang dan menghampiru bahar, bahar langsng bertanya ke ates, ates menggandeng bahar dan memanggil ismail, ates mengatakan sesuatu ke ismail, fulya berterimakasih ke ates, ates pun memeluk bahar dan pergi, hasret masih menenagkan fulya, hasret pamit pergi dan fulya tersenyum dengan hasret, sedangkan mehmet sedang termenung didalam sel, hulya edibe arda dan efsun pun tak berhenti menangis di rumah attahan

9. Ditepi pantai, bahar tertidur pulas didalam mobil dengan diselimuti mantel ates, ates menatap kekasihnya dengan kasih sayang, ates pun mencium bahar, bahar terbangun dan "Gunaydin" ates menyapa bahar, bahar pun menjawabnnya, mereka berbincang mesra, ates memeberikan bunga ke bahar, bahar sangat senang, mereja pun berpelukan, ates mencium bibir bahar mesraa, ponsel ates pun berbunyi, salih mengajaknya bertemu dan berbicara, ates pun mengataka ke bahar akan pergi, mereka berpelukan sangat sangat sangat eraat, (detik detik ates kecelakaan)

10. Dipindok attahan, satpam sdng memeriksa sekeliling halaman pondok, nuran yang sedang menguntal2 songkonya membuka jendela dan keget melihat satpam berjalan di halaman, nuran langsng memanggil ilyas dan..

Next Eps : salih memotong rem mobil ates, dan ates pun jatuh ke laut, diwaktu yang bersamaan, bahar sdng berjalan dengan hasret dilosmen, merasakn sesuatu tentang ates, bahar terdiam dan memandang ke bawah, bahar menahan tangisnnya, dan hasret pun menenangka bahar... BACA SELANJUTNYA DI || SINOPSIS Efsun Dan Bahar Episode 105
Comments