Senin, 19 Desember 2016

Chandra Nandni Episode 50

Advertisement


BY IIN INDRI

Nandni masuk keruang perayaan..
Daadi merasa sangat gembira, " wow .. hidangkan Kheer untukku ".
Nandni tersenyum.
Dia menghidangkan satu mangkuk Kheer untuk Daadi,
Helena berfikir " sekarang aku akan melihat bagaimana Daadi akan menyukai Kheer yang sangat asin buatanmu ".
Nandni menyajikan Kheer kepada semua yang duduk disana.
Mereka hendak menyantapnya, namun Daadi menghentikan mereka.
Daadi " Ruuukoooooooo... berhenti,"
Semua orang merasa kaget.
Daadi " Aku yang harus mencicipinya pertama kali ".
Semua tersenyum sedangkan Helena tersenyum licik.
Daadi mulai mencicipi Kheer buatan Nandni, dia terdiam kemudian melihat kearah Nandni.
Semua orang kebingungan, termasuk Chandra, Chandra menoleh pada Nandni.
Daadi " Waaaaah, Kheer ini sangat lezat sekali, "
Helena Syock Berat ,
( Gagal Maniiiing Gagal Maniiiing)
Helena berfikir " ini sangat aneh, aku sudah mencampur banyak garam kedalamnya ".
Semua mulai makan, Helena masih kebingungan juga ikut makan, namun ia terbatuk batuk, rupanya Kheer yang dia makan rasanya sangat asyiiiiiiiiiiin 
Dia berlari keluar ruangan,
Semua orang merasa aneh dengan Helena,
Daadi menyuruh Dasi untuk menyusul Helena.
Dhurdara tertawa...
Kilas balik ditampilkan ( Dhuur masuk kembali kedalam Dapur, dia menukar mangkuk Daadi, dan memastikan bahwa Kheer yang asin itu harus diberikan pada Helena ). Kilas balik berakhir.
Dhuur berkata pada Daadi " Daadi, Nandni telah melalui masa yang benar benar membuatnya terluka, dan sekarang dia harus mendapat hadiah ".
Chandra tersenyum.
Nandni bingung .
Daadi " kau benar, sekarang ambilkan kotak berwarna Silver dikamarku " dia menyuruh seorang Dasi untuk mengambilnya.
Nandni merasa senang, dia melihat kearah Dhuur dan menggelengkan kepalanya.
Di ruangan lain,
Daadi dan Nandni duduk di sofa,
Daadi membuka kotak silver dan memberikan sebuah gelang pada Nandni.
Daadi " aku membuat ini khusus untuk hadiah pernikahanmu ".
Nandni merasa sedih, dia mengingat ketika Nand juga memberikan gelang yang sama ketika dulu dia akan menikah dengan Malayketu.
Dia meneteskan airmata.
Chandra melihatnya.
Daadi " kenapa aku begitu terlihat sedih ?"
Nandni " tidak ada apa apa Daadi, aku sangat bahagia ".
Moora tersenyum.
Nandni meminta berkat dikaki Daadi .
Daadi menyuruhnya untuk bangun 
Nandni memeluknya, Daadi mencium kepalanya dan berusaha menenangkannya.
Chandra terlihat iba.
Daadi " Chandra kemarilah, pakaikan gelang ini ketangannya ".
Chandra " tapi bukankah kau sudah memberikan itu padanya ".
Daadi " aku menyuruhmu, jadi lakukan itu ".
Dhuur mendekati Moora,
Dia berbisik " Maa , rencana kita telah berjalan dengan baik ".
Mereka tersenyum.
Dhananand dengan prajuritnya memasuki pintu perayaan.
Chandra melangkah maju begitupun Nandni,
Dia memegang tangan Nandni dengan ragu ragu, Nandni terlihat marah.
Chandra memakaikan gelang suci itu pada tangannya.
Semua orang sedang berbincang bincang diruang perayaan,
Nandni merindukan Padmanand.
Dia bergumam " aku harap kau berada disini denganku Pitamaharaaaj ".
Nand dan Dhana masuk keruang perayaan dan mulai menyerang, semua orang panik.
Chandra berkata pada prajurit " lindungi semua perempuan dengan melingkarinya ".
Nand membuka penutup badannya,
Semua shock melihat dia,
Chanakya dan Chandra tersenyum satu sama lain.
(rencana kita berhasil hahaha)
Nandni berteriak " PitamaharaaaaJ....".
Nand melihat kearahnya, dia juga memanggil namanya.
Chandra melihatnya.
Nandni berlari kearah Nand,
Namu sebelum dia sampai, Chandra lebih dulu berada diantara mereka.
Nand " kali ini kau tak akan menang ".
Chandra " kau salah, aku mendapatkanmu disini justru karena rencanaku ".
Semua wanita masuk kedalam ruangan,
Kecuali Nandni.
Chandra dan Nand menyerang satu sama lain.
Dhana menyerang Chandra dari belakang.
Nandni berteriak " tidaaaak, hentikan Kakak ".
Chandra terluka , dia terjatuh.
Chanakya berteriak " serang Dhananand !"
Nand membawa Nandni keluar,
Chandra berteriak " Pastikan Nand jangan sampai kabur !"
Nand dan Nandni mencoba untuk keluar,
Mereka berhenti ketika ada seseorang yang memegang tangan Nandni,
Dia adalah Rajmata Moora..
Nand " Moora jangan halangi jalanku !"
Moora " Dia adalah menantuku dan kau tidak bisa membawanya pergi ".
Nand " kalian memaksanya untuk itu ".
Moora " Kau yang selalu memaksa orang lain, bukan aku !"
Moora menyuruh prajurit untuk membawa Nandni kedalam.
Nandni " Pitamaharaaaaj mereka akan membunuhmu, kumohon pergilah, ".
Nand " Moora kumohon jagalah dan lindungi putriku ".
Dia lari dengan terpaksa dari tempat itu.
Nandni terjatuh,
Dia menangis.. Moora memeluk dan menenangkannya.
Satyajit bersama para wanita,
Dia berkata " aku harus keluar dan menolong mereka".
Chayya " tidak, berhenti ! Kau tidak bisa berperang ".
Satyajit " mereka adalah keluargaku juga ". Dia berjalan keluar.
Helena tersenyum picik " dasar lelaki bodoh ".
Dhuur berdo'a " Ya Tuhaaan, tolong selamatkan Semua orang termasuk Chandra dan Nandni ".
Helena marah " Kau bodoh, Nandni adalah penyebab semua ini ".
Dhuur ketakutan " Maafkan aku, "
Dia mengulangi do'anya " Tuhaaan tolong selamatkan Chandra ".
( takut banget sama mak lampir )
Satyajit melihat prajurit musuh hendak menyerang Chandra dari belakang,
Dia berteriak " Maharaaaj awaaaaaassss ".
Chandra berhasil menyerang mereka.
Dhana melihat satyajit,
Dia menyerang dan meletakkan pedang dilehernya , dia memanggil nama Chandra.
" Chandraguuuuuuuuupt ".
Chandra menoleh " tidak, dia tidak bersalah jangan sakiti dia ".
Dhana " tidak ada pengecualian didalam peperangan ".
Nanndi datang " Berhenti, tolong jangan sakiti Satyajit dia tidak bersalah ".
Dhana mendorong Nandni hingga terjatuh.
Dhana menusuk Satyajit dengan pedang, 
Chayya melihatnya kemudian dia pingsan.
Chandra sangat murka,
Dia menyerang Dhana dengan brutal,
Nandni " Nahiiiiiii, tolong hentikan ".
Chandra melukainya, dan membunuhnya, Dhana terjatuh.
Nandni melihat Kakaknya mati didepan matanya

Precap~
Chandra berkata pada Nandni dengan murka
" Aku akan membunuh ayahmu, sekalipun Tuhan melindunginya, Dia akan tetap melihatnya mati ".
Nandni menangis,
Chandra mencekik leher Nandni.
Chandra "Ayahmu telah memberikan rasa sakit pada keluargaku dan sekarang kau harus terima akibatnya ".
Chandra mendorongnya , 
Nandni menangis tak berdaya
Helena melihat mereka dari jauh,
Dia menikmatinya dengan sangat senang.  BACA SELANJUTNYA DI || SINOPSIS Chandra Nandni Episode 51