Jumat, 02 Desember 2016

Chandra Nandni Episode 38

Advertisement


BY IIN INDRY

Episode dimulai ketika Chandra masuk keruang Nandni dengan marah, dia membawa semangkuk Haldi ditangannya.
Nandni terkejut ,
Chandra " kau telah menggali lubangmu sendiri, sekarang kau akan terjatuh didalamnya , kau pasti berfikir mengapa aku menyelamatkanmu bukan, kau pasti berfikir mengapa aku masih hidup sampai saat ini bukan?"
Chandra menunjukkan cincin kepada Nandni.
Kilas balik ditampilkan " chandra melepas cincin Nandni ketika dia sedang mnolongnya di pemandian".
Nandni menatapnya tajam. Dia berbalik dan berkata " Tidak, aku hanya berfikir bagaimana cara untuk membunuhmu ".
Chandra " baik, aku akan memberitahumu mengapa aku membiarkanmu untuk hidup, karna aku ingin membunuhmu dengan tanganku sendiri didepan mataku, lihatlah ".
Chandra menumpahkan Haldi ketangannya, dia hendak mengoleskannya ke wajah Nandni. Nandni ketakutan,
Chandra tersenyum namun dia malah mengoleskan Haldi itu kewajahnya sendiri, Nandni kebingungan melihatnya.
Chandra " kau lihat, aku tidak kenapa napa, mereka bilang bahwa Haldi yang dioleskan pada wajah calon pengantin lelaki juga harus dioleskan ke wajah calon pengantin wanita, dan skarang itu akan terjadi ".
Nandni ketakutan dan berjalan mundur menghindari Chandra.
Chandra terus mendekati dan memeluknya, dia menempel nempelkan wajahnya kewajah Nandni sehingga Haldi yang menempel diwajahnya juga menempel diwajah Nandni, 
Nandni berteriak " Lepaskan aku !"
Chandra tidak memperdulikannya.
Chandra "Ayahmu telah mengganggu ibuku seperti ini, dan dia juga selalu melakukan pelecehan seksual, sekarang kau lihat aku akan melakukan hal yang sama dan membunuhmu seperti ini, aku akan memperlakukanmu seperti itu seumur hidupmu ".
Chandra maraaah dengan tatapan yang teramat sadis, kemudian dia pergi meninggalkan Nandni yang mulai menangis,
Kata kata chandra terngiang di ingatannya, dia menatap kearah cermin, dia merasa kesal atas perlakuan Chandra dan mulai membersihkan Haldi diwajahnya dengan dupatta.
Kata kata Chandra terus terngiang dipikirannya. Dia menarik kalungnya sendiri kemudian dia lempar ke cermin, dia juga hendak melempar vas bunga namun Sunanda sudah berada didepannya. Dia memegang kalung yangtadi dilempar oleh Nandni.
Sunanda " ini bukan waktunya untuk melempar barang barang ".
Nandni " aku akan membalas dendam pada Chandragupta ".
Diruangan Helena,
Ibu Helena " Candra telah melakukan balas dendam yang sangat bagus, dia membiarkan Nandni untuk tetap hidup dan merendahkannya".
Helena " itu adalah balas dendam yang sebenarnya dan Nandni akan menderita".
Diruangan Lain,
Chanakya berkta " Chandragupta, Nandni sedang tidak aman, ada seseorang yang mencoba membunuhnya di istana ".
Chandra " dia akan aman dan kita akan selalu menjaganya".
Chanakya " dia ingin memainkan permainan kematian dan dia akan mencoba untuk melakukan itu lagi ".
Chandra " itu bagus, aku suka memainkan permainan ini sejak kecil, sekarang aku akan memainkan ini dengannya ".
Nandni menangis dan mengingat ketika ayahnya dibunuh , dia berkata " Ayah, aku menyesal tidak bisa membalaskan dendam, dia telah membunuhmu, dan aku sudah tak bisa hidup dengan rasa sakit ini ".
Avantika mendengar ucapan Nandni, dia melankah masuk dan mendekatinya, dia memberikan sebotol racun padanya.
Avantika " kau ingin mati ? , ambilllah ini dan kau akan pergi untuk selama lamanya bersama dengan Ayahmu, ".
Nandni hendak meminumnya namun Avantika berkata lagi .
Avantika " Tetapi sebelum kau mati dengarkan ini, Ayahmu bukanlah orang yang baik, dia hanya seorang Ayah yang baik, Dia bukan Raja yang baik, dia kejam kepada rakyatnya , dia selalu melakukan hal hal buruk dimasa lalu, Tetapi jika kau menikah dengan Chandragupta, kau dapat membantu membuat masa depan Magadha lebih aman , terlalu banyak wanita yang telah kehilangan Ayah dan Suami mereka, sehingga kau harus melakukan itu untuk Rakyatmu".
Nandni menangis " jika itu untuk rakyat , aku akan menikah dengan Chandragupta ".
Ucap Nandni .
Chandragupta duduk diatas Tahta,
Chanakya " beberapa orang penting datang untuk bertemu denganmu ".
Chandra bingung dan berkata " tetapi mereka semua adalah Raja Raja dari Kerajaan yang berbeda dan mereka tidak mendukung kita".
Chanakya " sekarang kau adalah Raja Magadha, mereka datang untuk bertemu dengan Raja , mulai sekarang kau harus bersikap layaknya seorang Raja , kerajaan mereka berteman dengan Magadha ".
Chandra yang masih kebingungan berkata
" baiklah ". Dia hendak berdiri untuk menyambut mereka namun Chanakya mnghentikannya.
" tidak, kau tidak harus berdiri mereka yang akan datang kesini ". Chandra masih canggung dengan Gayanya sebagai seorang Raja.
Raja raja masuj kedalam ruangan , Chanakya menyambut mereka , Chandra juga memberi salam pada mereka.
Di suatu ruangan, 
Moora, Chayya , Dhurdara dan Helena serta beberapa Dasi sedang asyik memilih perhiasan.
Dhurdara mengatakan " waaaaaah perhiasan perhiasan ini sungguh sangat indah, terima kasih unruk semua ini Rajmata ".
Moora " untuk apa kau berterima kasih, kalian adalah bagian dari kerajaan ini dan ini adalah milik kita, kita pantas mendapatkannya. Akupun memberikan pada Chayya karena dia putriku, dan meskipu kau adalah istri Chandragupta, bagiku kau adalah putriku juga. Jangan panggil aku Rajmata, panggil saja aku Ibu ".
Dhuuur " baiklah ibu, dan itu untuk siapa Ibu?" Dia menunjuk sebuah perhiasan yang tertutup kain.
Moora " ini untuk Nandni, ".
Helena marah mendengarnya.
Moora " Nandni akan menjadi istri Chandragupta , hingga kau dan helena harus pergi mengantarkan ini padanya ".
Helena " Tidak ! aku tidak akan pergi ".
Moora " kau harus pergi, dan kalian berdua harus melakukan ritual ini ".
Helena " tapi dia pelayan kita sekarang, aku tidak akan pergi padanya ".
Ibu Helena datang " Helena akan pergi".
Helena " Tapi Maa ".
Ibu Helena " kau akan pergi, Rani moora adalah Ibu dari suamimu dan dia juga adalah ibu Suri disini, kau harus mendengarkan apayang dia katakan ".
Helena marah.
Dhuur, Chayya,Moora dan kanika meninggalkan ruangan.
Helena " apa apaan ini Maa, ?"
Ibu Helena " di Magadha, seorang Ratu tidak bisa mengatur Raja , jadi aku harus tetap dekat dengn Chandragupta dan ibunya, dengarkan apa yang merek katakan ".
Helena dengan kesal menjawab " baiklah ".
Helena dan Dhuur pergi mengantarkan pakaian dan perhiasan ke Nandni, 
Helena membka penutup sambil menunjukkan gelang yang dia pakai.
Nandni ingat bahwa gelang itu adalah miliknya dari Padmanand.
Helena " dulu ini adalah milikmu, tapi sekarang ini milikku, aku tidak memberikan pada orang lain apa yang sudah menjadi milikku kecuali aku akan mendapat bagianku ".
Nandni menangis, Dhurdara berkata " Jangan menangis ambillah pakaian dan perhiasan itu. Rajmata Moora mengatakan bahwa kita adalah istri chandragupta , hingga kita harus hidup seperti saudara mulai saat ini ".
Helena marah dengan kata kata Dhurdara, 
Lalu pergi.
Dhuuur " jangan khawatir, dia memang sangat kasar akupun tidak suka dengannya , aku pikir kita berdua akan jadi teman yang baik atau bahkan seperti saudara ".
Gautami tersenyum,
Dhuur " kau cantik, aku suka caramu memperlakukan semua orang . Jangan khawatir, aku tahu kau sangat membenci Chandra, tapi dia adalah orang yang baik kami sudah berteman sejak kecil, lihat saja suatu saat dia akan baik juga padamu".
Nandni dan Gautami merasa aneh.

Precap ~
Upacara Sangeet sedang berlangsung, Chanakya datang dan memberitahu " kerajaan sudah diserang ".
Chandra terluka oleh sebuah belati dipunggungnya, nandni melihatnya. Dia meminta tolong pada Nandni untuk mencabut belati tersebut.
Nandni kebingungan, antara ingin menolong nmun dia juga masih dendam padanya. BACA SELANJUTNYA DI || SINOPSIS Chandra Nandni Episode 39