Minggu, 13 November 2016

Chandra Nandni Episode 9

Advertisement


By Faby Novaliza

Adegan 1
Padmanand datang ke ruangan Nandni. Dia melihat Nandni yang memakai pakaian pelayan. Dia menyuruh Nandni bersiap-siap.
Di ruang sidang, Padmanand berjalan masuk.
Chandra ingat saat pertama kali bertemu dengannya. Ia juga ingat kata-kata Gurunya bahwa tujuannya hanyalah balas dendam Magadh. 
Padmanand menyambut semua pangeran "Hari ini sang pemenang akan menikahi putriku, Nandni!"
Nandni datang kesana. 
Chandra melihatnya 'Pelayan ini? Oh dia putri?'
Gautami bertanya tentang Malayketu dan memujinya "Wah dia sangat tampan!"
Padmanand mengumumkan "Jadi, tantangannya adalah pria yang bisa mengalahkan anakku akan menikahi putriku!"
Beberapa pangeran keberatan "Ini tidak mungkin! Tidak mungkin bagi kami untuk mengalahkan anakmu! Dia sangat pandai dalam Talwarbaji"
Padmanand mengatakan "Strategi lebih penting daripada kekuatan! Dan dalam pandanganku, aku ingin Malayketu sebagai penantang pertama!"
Chandra tersenyum.
Chandra berjalan ke arahnya "Aku adalah Parvatak Malayketu" 
Padmanand berkata "Mengapa kau tidak meminta berkat dari ayahmu"
Dia memanggil ayah Malayketu yang asli ke ruang sidang. 
Kilas balik ditampilkan saat diruangan Nandni.
Nandni menceritakan semua kepada ayahnya tentang sikap Chandra "Aku rasa Rajkumar Malayketu sangat mencurigakan!"
Kilas balik berakhir.
Raja Parvatak mengatakan "Sayangnya anakku, Malayketu tidak bisa datang kesini. Dan dia bukan anakku!"
Chandra melepaskan sorbannya "Ya! Aku bukan Malayketu!"
Padmanand mengatakan "Putriku yang cerdas telah mengungkapkan kebenaranmu!" 
Amatya memerintahkan prajurit untuk memborgol Chandra.
Padmanand meminta prajurit untuk berhenti "Jangan! Dia ada disini untuk tantangan, bukan?"
Dia meminta putranya untuk menghukum Chandra dengan bertarung pedang.
Dharam melemparkan pedang pada Chandra "Kau telah mengundang kematianmu!"
Mereka berdua bertarung.
Nandni yakin kakaknya akan menang.
Gautami bilang "Tidak ada yang bisa mengalahkan suamiku!" 
Padmanand dan Nandni kaget melihat Chandra yang mengalahkan Dharam. Dia mengambil kedua pedang dan mengarahkan itu pada Dharam. 
Seluruh anggota kerajaan berdiri.
Tapi Chandra tidak membunuhnya "Aku tidak membunuh anakmu!"
Nandni heran "Bagaimana bisa dia mengalahkan kakak?" 
Chandra mengatakan "Aku telah memenangkan tantangan ini tapi aku tidak datang kesini untuk menikah!" 
Padmanand meminta prajurit memborgol Chandra. 
Chandra melihat Nandni. 
Avantika membawa Nandni pergi.

Adegan 2
Padmanand mengatakan "Tidak ada yang akan bergerak sekarang! Dia telah menghinaku dan dia akan di hukum!"
Dia mulai mencambuk Chandra. 
Chandra tidak bergerak. 
Ia ingat setiap tamparan yang ayahnya lakukan padanya "Aku akan membayar setiap pukulan ini!" 
Padmanand meminta prajurit membawanya ke penjara "Pukul dia sampai dia mengungkapkan motif yang sebenarnya!"
Prajurit memukuli Chandra dan menyeretnya ke penjara.
Prajurit mengatakan "Sampai Maharaj membuat keputusan, membusuklah disini!"
Mereka pergi. 
Chandra memanggil ibunya "Ibu..."
Moora langsung melihatnya dan bergegas mengambilkan air. 
Dia memangkunya dan bertanya "Mengapa kau dipukuli? Apa yang kau lakukan?" 
Chandra membuka matanya perlahan. Dia mengenal Moora "Padmanand adalah penipu!"
Dia memanggil ibunya lagi.
Moora bertanya "Kau merindukan ibumu?"
Chandra berkata "Setiap kali ayahku memukuli ibuku, ibu selalu memperlakukan hal yang sama seperti yang kau lakukan"
Moora bilang "Aku juga ibumu. Minumlah"
Dia membantunya minhm dan membersihkan darah di wajahnya.
Gautami sedang makan laddoo "Ya Tuhan! Pria itu begitu buruk!"
Nandni membalas "Apa yang buruk? Dia penipu!"
Gautami bilang "Aku berbicara tentang kakakmu tapi pria itu telah menang. Kalian seharusnya sudah menikah!"
Nandni kesal "Jika aku bisa maka aku akan membunuh dia!"
Gautami mengatakan "Segera kebencian ini akan berubah menjadi cinta. Seperti aku dan kakakmu!" 
Nandni memintanya untuk tidak membandingkan kakaknya dengan penipu itu.
Moora memanggil prajurit dan meminta bantuan "Lihatlah! Kalian telah membunuhnya!" 
Seorang prajurit memeriksanya. 
(Chandra menahan nafas sesuai ajaran gurunya)
Kilas balik ditampilkan saat Moora melihat Chandra yang membebaskan dirinya menggunakan belati (yang berhasil ia rampas secara diam-diam dari prajurit).
Chandra membunuh prajurit. 
Moora sangat terkesan.
Chandra menyamar sebagai seorang prajurit "Kau menyelamatkanku layaknya seorang ibu. Ikutlah bersamaku!"
Moora mengatakan "Pergilah. Putraku akan datang dan membawaku dari sini dengan kebanggaan. Pergilah!" 
Chandra meminta berkatnya "Berikan aku berkatmu"
Dia menyentuh kakinya.
Moora memberkati dia.
Chandra pergi.
Moora merasakan ikatan batin.
Nandni dan Avantika sedang mandi. 
Avantika meminta pelayan untuk pergi.
Dia memuji Chandra "Anak yang berani!"
Nandni mengatakan yang sebaliknya "Dia pengkhianat!"
Avantika menghasut Nandni untuk membenci Padmanand. 
Nandni mengatakan "Ibu, ayahku adalah yang terbaik. Mengapa inu selalu melakukan ini kepadanya?" 
Nandni dan Avantika berbalik saat prajurit mengumumkan bahwa Chandra telah melarikan diri.
Chandra masuk ke ruangan dimana ada Nandni dan Avantika.
Semua pelayan berlari.

PRECAP~ Chandra mengarahkan pedang di leher Nandni.
Padmanand marah "Jangan berani sakiti dia!"
Chandra mengancam "Jika kau ingin dia hidup, maka mundurlah!" BACA SELANJUTNYA DI || SINOPSIS Chandra Nandni Episode 10