Minggu, 13 November 2016

Chandra Nandni Episode 6

Advertisement


By Faby Novaliza

Adegan 1
Chandra ditampar oleh baba karena ia tidak mendapatkan lebih banyak uang "Aku telah menghabiskan begitu banyak pada anak ini! Sekarang siapa yang akan mengembalikan uang itu padaku?" 
Kanika mencoba untuk menghentikannya.
Chanakya datang dan mengatakan "Aku yang akan membayarmu. Aku akan membeli anakmu"
Chanakya membayar semua uang yang dia miliki.
Kanika mencoba untuk menghentikan Chandra "Chandra, apa kau akan meninggalkan ibumu? Apa kau tidak menyayangi ibumu?"
Chandra mengatakan "Aku sayang ibu. Tapi aku tidak suka cinta ini!"
Dia mengambil uang dari tangan baba "Simpan uang ini dan baba tidak akan menyakiti ibu lagi"
Dia mengingatkan baba "Jangan berani memukul ibuku! Aku akan membunuhmu jika kau menyentuhnya!"
Dia meminta berkat ibunya dan pergi bersama Acharya. 
Dia pada Acharya "Acharya, katakan apa yang bisa aku lakukan untukmu"
Chanakya mengatakan "Kau harus melakukan apa yang baru saja kau katakan, menjauhkan cinta dari hati dan pikiranmu karena hari ini aku adalah segalanya bagimu dan tujuanmu adalah kerajaan Magadh. Dengan tubuhmu dan pengetahuanku, kita akan mengubah Magadh. Hatimu tidak boleh menguasai tindakkanmu. Ajaran Kautalya Niti yang akan kuajarkan padamu akan menciptakan hal baru!" 
Ibu Bharat "Chanakya dan Chandra akan bersatu mulai hari ini"
Amatya Rakshaas mengajari pangeran Magadh memanah.
Padmanand menyaksikannya. 
Panah tepat sasaran. Padmanand senang.
Amatya berbalik dan terkejut melihat Dhananand (Lokesh Batta) yang masih memegang panah ditangannya. Semua orang bingung.
Gelang kaki berbunyi. Nandni datang.
Amatya bertanya "Apa kau yang memanah tadi?"
Nandni mengiyakan. 
Padmanand terlihat sangat senang "Lihatlah Amatya! Putriku akan memerintah Bharat! Dia lebih pintar dari putra-putraku. Kau juga harus mengajarinya" 
Amartya berkata "Maaf, tapi prinsipku tidak mengizinkan hal itu" 
Padmanand marah dan mengancamnya "Aku akan membunuhmu jika kau mengatakan tidak!"
Nandni memegang tangan Padmanand.
Padmanand mengatakan "Aku adalah segalanya bagi Nandni. Untuk Nandni-ku, aku akan mengajarinya"
Dia mencium dahi Nandni dan pergi bersamanya.
Nandni mengambil berkat Padmanand "Kau adalah guruku sekarang"
Chanakya ke Chandra "Nilai pengetahuan melebihi segala sesuatu, bahkan melebihi cinta!"
Nandini mengatakan "Pita Maharaj, bagiku cinta adalah segalanya dan dengan cinta ini aku akan memerintah Bharat!"
Ibu Bharat "Chandra dan Nandni tidak menyadari bahwa pikiran mereka akan bersatu segera"
Nandni mengalahkan Padmanand. 
Begitu pula Chandra yang mengalahkan Chanakya.
Chanakya mengatakan "Sasaran yang bagus. Tapi kau juga harus menyerang hati!"
Chandra menyerang dada Chanakya. 
Chankarya memiliki pelindung untuk serangan itu.
Di sungai.
Chanakya mengatakan "Sekarang kau harus berjalan di atas daun lotus ini (di atas air). Mulailah!"
Chandra mulai berlatih "Ini sangat mustahil!" 
Chanakya melempar batu dan mengatakan "Lihat! Batu itu tenggelam karena dia tidak memiliki kecepatan"
Kemudian dia melemparkan batu dengan kecepatan. Batu itu menari di atas air dan melewati tepi sungai. 
Chanakya mengatakan "Jadilah seperti batu ini! Selama kau tidak menguasai ini, kau tidak akan tidur! Ingat kecepatan sangat penting untuk prajurit!" 
Chandra mulai melewati daun lotus di atas air. Dan ia berhasil.
Chandra dewasa ditampilkan. 
Dia melihat prajurit Magadh yang menyiksa rakyat. Dia datang kesana.
Prajurit mengambil tombak mereka dan menyerang Chandra.

Adegan 2
Chandra mengelak dan dengan hentakan tangannya, ia bisa mengalahkan prajurit yang mengelilinginya.
Dia menyatukan semua tombak prajurit dan mengalahkan mereka lagi. 
Wajah Chandra dewasa (Rajat Tokas) ditampilkan. 
Chandra membebaskan orang-orang yang diikat. 
Mereka berterima kasih kepada Chandra dan pergi.
Chandra mendengar langkah kaki yang mendekati mereka. Ia mengambil pedang dan mengarahkan pedang di leher orang itu.
Maliketu (Chetan Hansraj) mengadu pada Chanakya mengenai Chandra dan tindakannya. Dia menunjukkan lehernya yang terkena pedang Chandra. 
Chandra beralasan "Aku pikir dia adalah prajurit tapi aku terkejut ketika aku menyadari itu adalah Maliketu"
Chanakya menampar Chandra "Mengapa kau tidak membunuhnya?"
Maliketu bertanya "Acharya, apa kau ingin aku mati?"
Acharya mengatakan "Aku memintamu untuk bersama Chandra tapi kau pergi menemuinya seperti seorang pengecut! Dan Chandra, aku mengirimmu untuk menyelamatkan adivasi (orang-orang suku). Kau menyelamatkannya tapi Maliketu mencoba untuk mengambil pujian. Jadi dia akan dihukum hari ini dan dia tidak akan mendapatkan makanan!" 
Dia pergi.
Maliketu menatap marah Chandra.
Chandra sedang makan bersama murid lain.
Maliketu datang dan menatapnya marah "Aku tidak akan mengampunimu!" 
Temannya memberikan surat cinta dari seorang putri.
Dia mengatakan "Lihat! Aku mendapatkan surat tapi Chandra ini? Ketika aku kembali seluruh prajurit akan berada di kakiku dan Chandra tidak akan memiliki siapapun!"
Mereka pergi.
Teman Chandra bertanya "Apa kau tidak jatuh cinta?"
Chandra mengatakan "Cinta? Aku benci kata ini. Jangan pernah jatuh untuk itu!"
Nandni dewasa mendengar kakak-kakak iparnya sedang berbicara mengenai pernikahannya.
Ia berlari keluar istana. 
Wajah Nandni dewasa (Sweta Basu Prasad) ditampilkan. Ia melompat ke dalam sumur.
Kakak ipar Nandni memberitahu kakak Nandni bahwa Nandni melompat ke dalam sumur setelah mendengar pernikahan.
Padmanand marah mendengarnya "Diam! Beraninya kau mengatakan ini kepada putriku! Dia tidak akan pernah melakukan hal seperti itu. Aku tidak bisa hidup tanpa dia!"
Mereka semua berbalik dan melihat Nandni berdiri dengan pakaian basah. 
Nandni tersenyum.
Padmanand memeluknya "Mengapa kau melompat?"
Nandni beralasan "Ayah, aku melompat ke dalam air untuk menyelamatkan seekor kambing" 
Kilas balik ditampilkan Nandni menyelamatkan seekor kambing.
Padmanand bertanya "Mengapa kau melakukan itu? Mengapa kau menyelamatkan seekor kambing?" 
Nandini menunjukkannya asam "Aku pergi untuk mengambilkanmu ini"
Padmanand sangat senang dan mengatakan "Inilah putriku! Dia sangat mencintai ayahnya!"
Nandni mengatakan kepada kakak iparnya "Aku tidak akan pernah menikah. Aku akan tinggal bersama ayahku!"
Kakak iparnya mengatakan "Tidak! Kau harus menikah"
Nandni berkata "Untuk menikah, aku harus mencintai seseorang lebih dari ayahku dan itu tidak mungkin!" 
Di sisi lain, Chandra berpikir 'Jika aku pernah menikah maka keputusan itu berasal dari otak, bukan dari hati!'
Nandni mengatakan "Keputusan pernikahan akan diambil dari hatiku setelah mengetahui jika semua itu adalah cinta"

PRECAP~ Nandni mengatakan kepada Padmanand "Jika ayah ingin aku menikah, maka ada satu syarat! Pria itu harus mengalahkan dharam kakak dengan pedang" BACA SELANJUTNYA DI || SINOPSIS Chandra Nandni Episode 7