Kamis, 17 November 2016

Chandra Nandni Episode 32

Advertisement


BY IIN INDRI ....

Didalam kamar, Vaidya sedang mengobati luka luka Chandra karena serangan licik dari Malayketu, Chanakya, Helena dan Dhurdara juga berada disana.
Chandra tak sadarkan diri.
Vaidya " ini tidak terlalu penting untuknya, jika dia tidak sadar sampai malam nanti ini akan sangat buruk ".
Helena dan Dhurdara merasa sangat cemas.
Tiba tiba Chandra membuka matanya,
Dia melihat Helena dan Dhurdara kemudian dia pingsan lagi,
Helena dan Dhuur tambah khawatir dengan keadaan Chandra.
Helena " apa yang terjadi dengannya?"
Vaidya menggelengkan kepala " dia benar benar sedang lemah, berdo'alah saja untuknya, dan semoga dia cepat keluar dari keadaannya saat ini".
Chanakya mengusap kepala Chandra,
Chanakya, Helena dan Dhurdara terus menemani Chandra. Helena mengusap telapak tangan Chandra diikuti oleh Dhurdara.
Dipenjara, Moora mendengar Chandra memanggil namanya... nama Chandragupta yang dia ukir diatas batu tertutup oleh debu, Moora berusaha membersihkannya dan menutup nama itu dengan badannya,
Dia merasakan rasa sakit yang dirasakan oleh Chandra.
Moora " Tidaaak, Tuhan jaga anakku, dan lindungi dia dari semua musuh musuhnya".
Moora menangis .
Keesokan hari, Helena dan Dhurdara nampak terlelap disamping Chandra, Chandra membuka matanya dia merintih meminta minum.
Dhurdara dan Helena membantunya untuk duduk dan memberinya minum.
Chanakya datang dia bertanya " Chandra bagaimana keadaanmu, apa yang kau rasakan..aku harap kau baik baik saja karena hari ini adalah hari kemenangan kita".
Chandra "Ya Acharya dan hari ini adalah pembebasan ibuku juga".
Dhuuur dan Helena tersenyum meyakinkan.
Perang dimulai kembali,
Padmanand dan Malayketu melihat Chandra kembali berperang, dan menyerang prajurit prajuritnya.
Padmanand " Amarthya, pasukanku sudah melemah sekarang begitu juga dengan pasukan Malayketu".
Nand menyuruh ke 9 putranya untuk menyerang Chandra,
Putra putra Nand merasa takut untuk maju.
Chandra menyerang mereka semua, mereka kalah.
Nand" jangan menyerah, serang dia.. bunuh dia ".
Semua putra Nand melarikan diri.
Chandra " Kau sebagai penyerang majulah lawan aku,
prajurit .......Jangan lepaskan mereka, serang mereka semua. ".
Amarthya pada pasukannya " jangan mundur, maju dan serang mereka ".
Dua orang panglima perang merasa ketakutan, dengan ragu mereka melarikan diri dari Chandra.
Nand " Malayketu, serang dia .. bunuh dia ".
Malay " kita harus lari dari sini,.kita tidak punya pasukan lagi, "
Amarthya " dia benar Maharaj ".
Padmanand " baik, aku akan pergi ketempat rahasia kita. Bawa Nandni kesana ".
Mereka bertiga melarikan diri.
Chandra mengejar mereka, dia melempar belati ke arah Malay. Belati mengenai punggung Malay, Malay terjatuh dari kudanya, Helena melihat semua itu.
Malay bertarung dengan Chandra, Chandra memukul dadanya " Kau... kau yang menyerangku dengan cara seperti ini juga"
Chandra memukulnya lagi .
" Kau, yang telah menistakan sekolah kita dan Guruku Acharya"
Chandra menghajarnya.
"Dan kau juga yang telah menghina Helena". Chandra menghajarnya hingga terjatuh ketanah.
Helena merasa sangat puas.
Chandra memanggil Helena.
"Helena...... Disini Malayketu akan berada dikakimu, dan lakukan apapun yang ingin kau lakukan "
Dia mendorong Malay ke kaki Helena.
Helena mengarahkan pedang ke lehernya, dia mengingat ucapan Malay ketika Chandra diserang olehnya.
Helena marah.
Helena " apa yang kau rasakan Malay, ketika kau berada dikakiku sekarang ?"
Malay " aku masih mencintaimu, ku hanya merasa takut dengan Padmanand, maafkan aku, aku akan menikahimu, kau akan menjadi satu satunya ratuku."
(Preeeeett.. makan tuh cinta sama sambel trasi didapur)
Helena " Chandra, wakili aku untuk membunuh lelaki ini".
Chandra mengarahkan pedangnya.
Malay" jika kau membunuhku kau tidak akan menemukan Padmanand, aku akan membantumu, Dia berada dibelakang gunung dekat sungai, sekarang biarkan aku pergi Helena."
Helena" Chandra aku berubah pikiran, kau pergilah bunuh Padmanand, aku akan membunuh Malay dengan tangannku sendiri".
Dari jauh Nandni memperhatikan mereka bertiga, dia terkejut karna Malay menghkianati Ayahnya.
Chandra melempar pedang ketangan Helena kemudian dia pergi,
Helena melayangkan pednag kearah Malay, namun Malay menaburkan debu kewajah Helena. Dia melarikan diri.
Padmanand mondar mandir ditempat persembunyiannya, dia marah menendang kendi kendi yang ada disana,
"Dimana Amarthya, seharusnya dia sudah membawa Nandni sekarang".
Nand mendengar suara orang datang, dia mengira itu adalah Nandni, dia membuka pintu.. dia trkejut Chandra sudah berdiri didepannya.
Chandra " Lihatlah NAND, kematianmu sudah berdiri didepanmu ". Dia menarik Nand keluar , Dia menyerang Nand dari mulai tangan dan kakinya, Nand terjatuh.
Chandra " siapa yang akan datang untuk menyelamatkanmu,.putra putramu dan pasukanmu sudah melarikan diri, Malay juga yang memberitahuku tentang tempat ini, tidak ada satu orangpun yang akan datang, aku akan membunuhmu Nand".
Chandra hendak menyerang dengan pedang, tiba tiba ada seseorang menjegal pedangnya. Chandra marah dan menoleh trnyata dia nandni.
Nandni " kekuatannya adalah kekuatan putrinya, dia masih hidup untuk berperang demi kemuliaannya".
Chandra " aku sudah memperingatkanmu untuk menjauh dariku, aku tidak bisa menyerang wanita,."
Nandi" aku tidak akan mundur setelah semua yang terjadi,
Nandni menyerang Candra, mereka terlibat pertarungan pedang.
Nand " pergi nandniiiiiiiiiii "
Nandni " tidak ayah, aku tidak akan menyerah setelah semua yang terjadi".
Chandra melempar Dupatta Nandni dengan pedang, dia juga menjatuhkan pedang ditangn Nandni, Chandra mendorongnya hingga terjatuh.
Nand" Nandniiiiiiiiiiiiiiii.....".
Chandra " Padmanand, kematianmu disini".
Chandra melayangkan pedangnya...
Nandni menjerit " Naaaaaaaahiiiiiiiiiiii...."
Chanakya datang " Hentikan chandra "
Chandra, Padmanand, dan Nandni menoleh kearahnya.
Chanakya dan Padmanand mengingat kejadian diantara mereka diwaktu silam,
Chanakya" rambut ini mengingatkan aku tentang penghinaanku dan dengan kematianmu dendamku akan terbalaskan, ini semua untuk ibu pertiwi siapapun yang mempunyai anak yang masih kau nistakan hingga sekarang tapi aku tidak mau ini selesai begitu cepat, sangat mudah untuk mendapatkan putra putranya."
Nand" lepaskan mereka, masalahmu denganku".
Chandra tersenyum.
Chanakya" bunuh mereka chandra"
Chandra " seperti yang kau katakan Acharya, lihatlah NAND, aku pernah mengingatkanmu kau akan membayar setiap rasa sakit yang ibuku rasakan dan untuk kematian Ayahku".
Nandni "tidaaaakkkkkkkk, jangan ".
Chandra " Lihatlah nand, lihat dengan matamu sendiri".
Chandra mendekati mereka, mereka nampak mundur ketakutan. Chandra menebas leher mereka secara serentak.
Padmanand dan nandni menjerit " Nahiiiiiii tidaaaaaaaak".
Nandni menangis dan berlari kearah mereka,
"Bhaiiiiiyyyyaaaaaaaa"
( issssh isssh mimin nangis pas scene ini)
Chandra berjalan kembali kearah padmanand, " sekarang kau yang terakhir".
Nand" kumohon jangan bunuh aku didepan putriku".
Chandra melayangkan pedangnya.

Precap~ Nandni berjalan di dalam istana, Avantika" dimana yang lainnya, mana Ayahmu kenapa kau datang dengan keadaan seperti ini?"
Nandni " tidak ada yang masih bertahan,"
Nandni menjerit " Chandra membunuh seluruh keluarga kita Maaaaa."
Avantika terjatuh. BACA SELANJUTNYA DI || SINOPSIS Chandra Nandni Episode 33