Kamis, 17 November 2016

Chandra Nandni Episode 31

Advertisement


BY IIN INDRI...

Dimedan perang, 
Chanakya berada diatas bukit, Kakak kakak Nandni berusaha menghalangi adiknya untuk ikut bertempur melawan Chandra,
Sementara Chandra tampak berhasil mengalahkan Padmanand,
Dia menyerangnya hingga terjatuh.
Nndni berteriak " Pitaaa Maharaaaaaaaajjj"
Begitupun dengan Dana Nand,
Chandra mengarahkan pedang berniat untuk membunuh Padmanand, pedang hampir sampai kelehernya tiba tiba seseorang meniup trompet tanda matahari sudah terbenam yang artinya perang harus berakhir untuk hari ini.
Padmanand tersenyum licik,
Nandni dan Kakak kakaknya masih merasa sangat khawatir dengan Chandra yang hampir membunuh Ayahnya.
Chandra " hari ini takdir menyelamatkan hidupmu, tapi tidak untuk besok, bersiaplah dengan segala persiapan untuk kematianmu, sampai jumpa besok ".
Dia menengok kearah Nandni kemudian pergi.
Nandni mendorong semua kakaknya, dia loncat keatas kuda kmudian mengejar Chandra, dia melayangkan pedang sambil berteriak "Chandraaaaguuuuupt.. " , 
Chandra berhasil menghindari serangan Nandni,
Dia menengok dan berbalik arah menatapnya,
Nandni " kau melukai ayahku dan Guruku, sekarang aku akan membunuhmu".
Chandra" aku sudah memperingatkanmu aku akan membunuh seluruh keluargamu, kembalilah, matahari sudah terbenam kita akan beetemu lagi besok dan aku tidak akan menyerang seorang wanita".
Nandni " kau pengecut, kau mencari alasan dan berusaha untuk lari dariku, kau tidak punya kualitas sebagai seorang laki laki ".
Chandra sangat marah mendengar hinaan Nandni padanya.
Kakak kakak Nandni membawa Nandni untuk kembali.
Di perkemahan, 
Chandra mengingat ingat ucapan Nandni. 
Chanakya melihatnya dan merasa khawatir, Chanakya meminta semua pelayan untuk meninggalkan mereka berdua.
Chandra " hari ini hampir berhasil membunuh Nand".
Chanakya " lihatlah keluar sana, semua merasa berhutang dengan kekuatanmu, dan besok kita akan mnyerang dengan rencana baru, Magadha sudah mnjadi rencana kita, jika kau menang kau akan menjadi Raja, setelah bertahun tahun Bharat akan punya seorang Raja yang berkualitas. Masadepan dari Bharat, hanya dari kau kita membutuhkan Raja yang setia. Sekarang kau harus melanjutkan keturunan dari keluargamu ".
Chandra " Helena dan Aku ?"
Chanakya " tidak, Helena adalah seorang Yunani,.Bharat tidak akan menerima anakmu darinya dan untuk kebaikan dari Maurya Vans kau harus punya keturunan dari Ratu Dhurdara ".
Chandra " itu tidak mudah, dia adalah temanku ".
Chanakya " kau harus lakukan itu malam ini".
Nandni mengobati luka luka Padmanand, dia merasa sedih.. airmatanya jatuh didada Padmanand.
Nand " kau adalah kekuatanku Nandni, tidak ada rasa sakit yang akan manjatuhkanku tapi airmatamulah sumber rasa sakitku, serangan Chandra tidak membuatku terluka tapi airmatamu yang membuatku terluka, Chandra dan siapapun yang bersamanya , mereka harus membayar semua ini ".
Nandni " besok dia akan mati ditanganmu, itu sudah pasti ".
Malayketu marah karena kekalahannya " kau pengecut, lihat bagaimana aku akan membalasmu besok, kemenanganmu sangat mustahil ".
Chandra berjalan ke kamar Dhurdara, Dia merasa canggung dan takut,
Dhurdara memberikan sebuah Vastra dan memakaikannya ke Chandra,
Dhuuur " aku membuat ini untukmu , aku tahu kau disini untuk berbagi apa yang kau alami hari ini denganku dan aku tahu kau akan menjadi Raja secepatnya".
Chandra " Dhurdara, aku kesini untuk alasan lain, aku mendapat pesan dari Chanakya dan ini untuk masadepan Maurya Vans. "
Dhurdara tersenyum dan dia mengangguk, dia merebahkan kepalanya ke dada Chandra, Chandra mulai tegang dan merasa canggung sekali, 
Dhuur memejamkan matanya, Chandra hendak menciumnya namun ia tidak bisa.
Chandra " maaf aku tidak bisa ".
Tiba tiba dia teringat ucapan Nandni yang mengatakan bahwa dirinya tidak mempunyai kualitas sebagai seorang laki laki, 
Dhurdara terus tersenyum padanya, Chandra sangat marah dengan ingatannya, dia melihat tajam kewajah Dhuuur, kemudian dia menggendongnya keatas tempat tidur.
Dia membelai wajah Dhuuuur, dan menggenggam erat tangan Dhuuur... 
( dan terjadilah ....... ?)
Nandni berjalan keluar dari tendanya dan melihat prajurit yang terluka, dua bertanya pada Vaidya " apakah pasukan kita cukup baik untuk besok?".
Vaidya " Ya, mereka akan baik baik saja ".
Nandni muali membantu mereka satu per satu.
Keesokan hari Chandra duduk ditepi tempat tidurnya,
Dhuuur masuk kedalam dan dia masih merasa canggung , 
Dhuuur berkata " kau tahu kemenangan adalah milikmu , lihatlah aku sudah mempersiapkan perlengkapanmu ".
Chandra " aku minta maaf untuk semalam, itu hanya untuuuuk.... ".
Dhuur tertawa, " knapa kau sangat khawatir, santai saja, seperti yang kau ucapkan hubungan kita tidak akan pernah berubah, kita hanya memainkan bagian kita untuk masadepan seorang Raja dan Ratu, tapi beritahu aku .. kenapa kau terlihat sangat marah, siapa yang sudah menyakiti hatimu.. beritahu aku , apakah tentang pernikahan kita ?".
Chandra " tidak, itu hanya kebencianku terhadap orang lain dan api balas dendam dalam diriku."
Dhuuuur " simpan kebencianmu pada orang itu, apa yang terpenting dari perangmu hari ini fokuslah untuk itu sekarang".
Perang dimulai, 
Chanakya mengibarkan bendera kuning, 
Chandra menyerukan prajuritnya sesuai petunjuk Chanakya.
Chandra mengingat instruksi dari Chanakya dalam pikirannya dan melakukan itu, 
Prajurit Chandra menyerang seperti anak panah yang melesat dari busurnya, mereka menyerang bagian tengah dari pasukan musuh.
Padmanand, Amarthya dan malayketu terkejut melihat serangan chandra berjalan dengan begitu baik,
Namun matahari kembali tenggelam, perang berhenti untuk hari ini .
Chandra kembali dengan pasukannya.
Malayketu " jangan berhenti menyerang, perang ini belum berakhir untukku". 
Seorang prajurit mengingatkan dia tentang peraturan perang, tapi malay malah menghajarnya.
Malay menyerang Chandra dari belakang, dia menebas bahu Chandra, Chandra berteriak kesakitan.... kmudian Malay melukai lengan Chandra, Chandrapun jatuh dari kudanya.
Helena berteriak nama chandra dengan sangat keras... dia berlari kearahnya untuk menolong . Padmanand tersenyum senang.
Malay mendekati Chandra " Kau mati dan kemenanganku, aku akan meninggalkanmu disini agar kau mati dalam kesakitan ".
Helena menyuruh prajuritnya untuk mengangkat chandra dan membawanya untuk mendapatkan bantuan medis.
Malay " Helena suamimu tidak akan mungkin melihat hari esok, terimalah tawaranku kembalilah padaku dan menjadi Ratu Bharat".
Helena " aku akan menjawab semuanya besok, kau benar benar pengkhianat".
Helena meninggalkan malay yang tersenyum licik.

Precap ~
Chandra meletakkan pedangnya keleher Padmanand dan berkata " kau pengecut, kau berada dibelkang ktika perang dan bersembunyi, dan sekarang siapa yang akan menyelamatkanmu disini ".
Chandra menyerangnya tapi Nandni menangkis pedangnya. BACA SELANJUTNYA DI || SINOPSIS Chandra Nandni Episode 32