Rabu, 16 November 2016

Chandra Nandni Episode 29

Advertisement


BY IIN INDRIYANI

Diruangan pernikahan Chandra dan Dhurdara, Chanakya mencurigai penyamaran Nandni, ia mendekatinya namun Nandni melarikan diri.
Dhurdara dan Chandra sudah resmi menjadi suami istri.
Di istana,
Nand " kau tidak seharusnya melakukan itu, aku sangat khawatir denganmu."
Nandni " aku baik baik saja, tapi aku mendapatkan berita kalau Chandra menikah lagi untuk mendapat bantuan politik ".
Amarthya " siapa dia ?"
Nandni " aku tidak tahu".
Nand " ngomong ngomong dia sudah kalah dua kali dan untuk kali ini juga".
Amarthya " tapi kali ini kupikir kita harus ganti rencana kita, karna aku bisa melihat perang kali ini akan lebih besar dari sebelumnya".
Dhurdara masuk kedalam kamar pengantin dengan bahagia, tiba tiba dia terkejut melihat Helena duduk disana,
" kau sudah membantu Chandra dan pasukan kami tapi Dia hanya milikku ".
Dhuur " Chandra adalah milikmu, kami hanya berteman , percayalah padaku ".
Dia ketakutan.
Helena " itu akan menjadi sangat bagusss".
Dia pergi dari ruangan itu.
Pelayan masuk kekamar Dhurdara , mereka trtawa melihat Dhuur trsenyum senyum sendiri diatas tempat tidur.
Mereka merapihkan pakaian Dhuur, dan mnyuruhnya untuk duduk diatas tempat tidur layaknya seorang pengantin.
Chandra masuk kedalam, dan dia shock melihat Dhuuur berada dikamarnya, dia menjadi salah tingkah, dan berkata dalam hati 
"apa yang akan aku lakukan sekarang?"
Chandra berjalan kearah Dhurdara dan duduk disampingnya.
Chandra "kenapa kau duduk seperti itu?"
Dhuur "pelayan menyuruhku untuk duduk seperti ini ".
Chandra " bukalah dupatta mu aku tidak bisa melihatmu,dan bicara padamu seperti ini"
(lucu sekali scene ini)
Dhuuur membuka dupattanya.
Dia berdiri dan mengambil gelas berisi susu untuk Chandra,
Chandra " kenapa kau bersikap bertingkah seperti ini?"
Dhuuur " kau adalah suamiku sekarang dan aku harus bersikap seperti ini padamu".
Chandra bingung, begitupun dengan Dhurdara . Mereka merasa canggung satu sama lain.
Chandra " baik, dan lakukan perintahku kau pergilah tidur aku akan datang nanti".
Dhuuur " baik, seperti yang kau katakan".
Chandra " Cukup, berhenti bertingkah seperti ini, kau adalah temanku."
Dhuur " semua orang memintaku untuk bersikap seperti ini , aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan".
Chandra" kenapa kau mau menikah denganku?"
Dhurdara panik dan mulai bicara,
Chandra " santai saja, duduklah, kau adalah temanku dan akan selalu seperti itu tolong jangn bersikap seperti ini, kita tidak perlu merubah hubungan kita ".
Dhuuur " itu sperti sebuah keringanan untukku".
Chandra " kemari, ayo bermain denganku".
Chandra mengeluarkan lima buah kerang dari tangannya, mereka bermain bola bekel dan lompat lompatan dengan gembira.
Dhuur " jangan katakan pada Helena tentang ini, aku sangat takut padanya ".
Chandra" jangan takut, dia wanita yang baik ".
Dhuuur " aku tidak tahu aku takut sekali,kau pergilah padanya aku tidak menginginkanmu".
Chandra "baik, tapi ingat jangan bersikap seperti seorang istri lagi, sekarang tidurlah. "
Chandra mengelus kepalanya dan pergi sambil tersenyum.
Chanakya " Chandra, Bhanugupta sudah mengirim semua uang yang kita butuhkan."
Chandra " bagus, sekarang Padmanand harus khawatir dengan semua ini".
Chandra dan Nand sudah siap untuk berperang,
Nand " Chandra sudah mengancam putriku dengan berkata dia akan membunuhku tapi dia tidak punya kesempatan karena kematian sudah menunggunya".
Chandra berkata " ini akan sangat sulit untuk mendapatkan Padmanand ,pasukannya akan sangat ketat dan dia akan tertutupi oleh banyak sekali prajurit".
Nandni melakukan aarti pada Padmanand dan kakak kakaknya, kmudian Malayketu datang namun Nandni menyuruh ibunya untuk melakukan aarti pda Malay. 
" aku akan cepat kembali".
Malay marah.
Chanakya mendiskusikan rencana perang mereka,. Bhanugupta datang untuk melihat mereka. Dia membawa Kepala Panditji (piplivan) masuk keruangan itu,
Bhanugupta" setelah tahu tentang Chandra, dia disini untuk membantu kita".
Kepala Piplivan " ayahmu adalah orang yang snagat baik, dia sudah seperti Ayah bagi tanah air, kau adalah Raja kami dan seluruh Piplivan bersamamu ".
Helena tersenyum.
Nanndi menyamar sebagai pelayan, dia menyelinap masuk kedalam gerobak.
Nand" hari ini kita akan mengakhiri Chandra,dan melanjutkan peperangan".
Dhurdara melakukan Aarti pada helena dan Chandra,
Dhuur " aku selalu khawatir padamu tapi aku tahu kau sangat jenius dan aku akan berdo'a untuk kemenanganmu".
Helena " kemenangan adalah milik kita semua".
Chandra mnatap dhurdara yang sedang mengkhawatirkan dirinya, dia membelai kepala Dhuuur sambil berkata " aku akan kembali sebagai Samrat Chandragupta Maurya ".
Pelayan melihat Nandni tertidur disebuah kereta, prajurit memberitahu tentang itu pada Nand. Nand pergi menemui Nanddni " apa yang kau lakukan disini, kau tidak seharusnya berada disini, aku akan menyuruh prajurit mengantarmu ke istana".
Nandni"aku tidak mau pergi kemana mana, aku hanya ingin disini bersamamu, ini untuk kedamaian hatiku,.aku menerima pernikahan ini hanya untuk kebahagiaanmu, tolong izinkan aku disini bersamamu".
Nand " baik tapi kau tidak boleh ikut ke medan perang".
Nanndi dikamarnya, dia merasa ada seseorang mendekatinya , dia mengambil belati dan hendak menyerangnya. Ternyata dia adalah Malayketu.
Nandni" maaf aku tidak tahu itu kau ".
Malay " aku suka ini, kau sperti kucing liar tapi kucing terlihat begitu baik karna dia dipelihara".
Malay duduk disamping Nandni dan itu membuat Nandni merasa sangat tidak nyaman.
Malay berkata lagi " kau tahu hasil dari peperangan ini bergantung padaku, jadi aku ingin sesuatu ketika aku kembali".
Nanndi " apa yang kau mau?"
Malay " Kau !, maksudku kau mau menikah denganku tapi tidak sepenuh hatimu , dan aku ingin kita menikah dengan sepenuh jiwa dan ragamu".
Nandni mengontrol emosinya,
Dia berkata " ayahku membutuhkan supportmu, dan apapun demi ayahku aku akan menerimanya".
Malay " baguuuss, kemenangan akan menjadi milik kita".
Dia pergi.
Helena dan Chandra sudah siap untuk berperang, Chandra menatap dengan mata penuh kemarahan dan api balas dendam, pasukan Magadha telah tiba dimedan perang.

Precap ~
Semua pasukan telah siap untuk menyerang.
Moora melakukan tilak diatas nama Chandra, dan menyentuhnya.
Padmanand berteriak untuk menyerang Chandra. BACA SELANJUTNYA DI || SINOPSIS Chandra Nandni Episode 30