Selasa, 15 November 2016

Chandra Nandni Episode 25

Advertisement


By Iin Indriyani

Perang akan dimulai,
Padmanand berkata " kenapa prajurit Yunani bersama Chandra, ini sangat aneh ".
Padmanand sudah siap berperang bersama pasukannya.
Begitupun dengan Chandra,
Padmanand " aku akan mengalahkan mereka hari ini ,prajurit mereka akan semakin berkurang".
Chanakya berkata pada Helena " Padmanand bodoh, aku tau dia sedang berbicara tentang pasukan kita ".
Helena " kapan kita akan memperingatkan pasukan kita untuk menyerang ?"
Chanakya " tunggu dan lihat ".
Nandni melihat Helena dari Balkon .
Dia berfikir " temanku Helena, dia mnjadi musuhku, kenapa ? dan Chandra aku tidak harus membiarkanmu hidup saat itu ".
Perang dimulai,
Chandra menyerang para prajurit Magahda, sementara Padmanand hanya berdiri dan melihat.
Chanakya dan Helena juga melihat pertempuran dari atas bukit.
Dhana Nand dan Chandra bertarung,
Chandra mencederai Dhana Nand, dia melukai tangan kirinya dan membuatnya terjatuh.
Gautami ketakutan dia berkata pada Nandni
" aku tidak bisa melihat suamiku kalah "
Nandni memeluknya.
Tiba tiba Malayketu bersama pasukannya datang, dia turun dan bertarung dengan Chandra.
Helena berkata pada Chanakya " Oh lihatlah kita hampir lemah ".
Disuatu tempat prajurit Magadha membakar tenda prajurit Yunani,
Chandra berfikir " kita sudah lemah sekarang".
Chanakya berkata " tenda prajurit Yunani telah dibakar oleh prajurit Magadha ".
Chandra menunggu peringatan prajurit Yunani untuk membantunya, tetapi Chanakya malah melambaikan bendera merah. 
Dengan sangat terpaksa Chandra memperingatkan pasukannya untuk mundur.
Malayketu mengumumkan bahwa mereka telah menang, Chandra bersama pasukannya telah kabur.
Semua bersorak untuk kemenangan mereka.
Diruangan Dhana Nand,
Gautami menyiapkan ramuan dan obat obatan untuk Dhana Nand yang terluka parah karna serangan Chandra, prajurit membawanya keatas tempat tidur.
Gautami mulai mengobati luka lukanya,
Dia berkata " aku tau kau akan kalah hari ini , jadi aku sudah menyiapkan obat obatan ini untukmu". (jujur amat ciiiiiiin)
Nandni berlari kearah Kakaknya " Bhaiya, kuharap kau baik baik saja ".
Dhana Nand " Nandni lupakan rasa sakitku, aku ingin bicara sesuatu yang sangat penting padamu, aku tahu Malayketu sudah melakukan hal buruk kepadamu dan Ayah secepat mungkin akan membatalkan pertunanganmu, dan pasukan kita sudah sangat lemah. jika Chandra menyerang kita lagi maka kita akan kehilangan semua ini. Nasib Magadha ada ditanganmu sekarang ".
Nandni " aku akan menikah dengan Malay, aku akan bicara dengan Ayah, Magadha tidak akan bisa dikalahkan ".
Padmanand sedang mengadakan pesta kemenangan, 
" Magadha tidak akan bisa terkalahkan, rayakanlah kemenangan kita ".
Semua orang meminum alkohol.
Amathya " Maharaj kita perlu membicarakan hal yang sangat penting, pasukan kita telah melemah sekarang dan untuk membuatnya lebih baik kita harus menuntut harta benda Magadha ".
Padmanand " jangan menghemat perbendaharaan, orang orang akan membantu seorang Raja, dengan mengumumkan pajak atas nama perlindungan ".
Malayketu dan Raja Parvatak masuk keruangan, Padmanand berterima kasih kepadanya dan juga Malayketu dengan raut muka masih agak kesal dengan kelakuan Malay yang sudah menyakiti putrinya.
" terima kasih Malay, kau sungguh sangat pemberani ".
Parvatak " kalian berdua bicaralah, aku akan bergabung nanti ". Dia pergi meninggalkan ruangan.
Padmanand " aku sangat marah kepadamu ".
Malay " Nandni akan menjadi istriku, aku sangat malu dengan apa yang sudah terjadi,aku mabuk saat itu, aku akan bicara padanya ".
Padmanand " jangan khawatir, Nandni tidak akan mencemaskanmu ".
Malay " Maharaaj, aku adalah anakmu, maafkan aku atas apa yang terjadi, "
Padmanand " kau mengatakan kebenaran, dan itu sangat baik ".
Dia memeluk Malay. 
Malay tersenyum licik karna berhasil membodohi Nand.
Diruangan lain, Avantika dan semua wanita merayakan kemenangan mereka.
"Magadha tidak akan bisa terkalahkan ".
Sunanda " berterima kasihlah pada Malayketu dan pasukannya ".
Avantika menjadi cemas.
Sementara Nandni sedang termenung sendirian di atas balkon.
Ibu Bharat ~ semua orang merasa bahagia kecuali Nandni yang tidak suka akan pernikahannya dengan Malayketu, 
Ditempat lain, Chandra merasa sedih karna kekalahan untuk yang kedua kalinya.
Chandra mencuci mukanya disebuah danau,
Dia merasa kesal dengan kegagalannya.
Tiba tiba seseorang menyerangnya dari belakang,
" Kau... "
Nandni tersenyum dengan pedang ditangannya.
Nandni menertawakan kekalahan Chandra,
" kau tidak akan pernah memenangkan Magadha, kau lari layaknya pengecut untuk yang kedua kalinya.. sekarang aku akan membunuhmu ".
Nandni menyerang Chandra, Chandra terjatuh. Dia bangkit dan melihat tidak ada siapapun disana. 
Ternyata itu hanya halusinasinya saja.
Chandra menjatuhkan dirinya ketanah, dia berteriak 
"bagaimana aku bisa kalah ".
Dia membenturkan tangannya ke sebuah batu hingga berdarah .
Tiba tiba seseorang memegang tangan Chandra , dia Helena.
" apa yang salah denganmu ?"
Chandra " aku menjadi pengecut untuk yang kedua kalinya, aku lari dari pertempuran.".
Helena memegang wajah Chandra dengan kedua tangannya.
Helena " kau tidak lari, kegagalan ini adalah awal sebuah kemenangan. Jangan merasa bersalah, sekarang kemana kau akan pergi ".
Chandra " aku sudah tidak punya tempat".
Helena " cepatlah bangun, jangan terima kekalahanmu, bangun ! dan serang mereka. Itulah kau, siapa yang bisa menggantikan posisimu. Berfikirlah apa yang salah dari semua ini dan bekerjalah untuk itu ".
Helena memegang wajah Chandra dengan erat, chandra mulai berfikir. 
(aku semakin suka dengan Couple ini )
Chandra " bagaimana bisa mereka mengalahkan kita, "
Helena " yakinlah, mereka akan selalu ada didepanmu. Tapi sekarang bekerja keraslah dan beradalah didepan mereka, aku percaya kepadamu.. kau orang yang paling berani aku tahu itu, aku melihat ketika kau melawan Sikander dan jika kau mampu lakukan itu kau juga pasti mampu mengalahkan Padmanand dan Magadha."
Ditendanya, Chanakya mengumpulkan Raja Raja yang tergabung dalam pasukannya.
Chanakya " kita telah kalah, dan alasannya karna pasukan kita tidak bisa selamat dari kebakaran, Malayketu menahan mereka , dan dia menyerang disaat yang sangat tepat dengan rencana yang matang. 
Dan jawabannya adalah kita punya seorang pengkhianat yang memberitahukan musuh tentang rencana kita. Dan itu adalah dia...... ".
Chanakya menunjuk satu orang.
Tapi orang itu mengelak " tidak Acharya bukan aku orangnya".
Chanakya menyuruh prajurit membawanya.
Chanakya berkata lagi " Sobti, ini tidak mudah. Lepaskan dia, dia bukan orang yang melakukannya tapi dia...... ".
Chanakya menunjuk satu orang lagi.
Chanakya " aku melihat dia pergi ke Magadha tadi malam".
Chandra marah dan akan menyerangnya, tapi Chanakya menghentikannya.
Chanakya " Jangan Chandra "
Sobti (pengkhianat) itu berlutut dihadapan Chanakya " Maafkan aku Guru, aku akan lakukan apapun yang kau perintahkan. "
Chanakya " sekarang kau akan menjadi mata mataku dan beri tahu aku setiap gerak gerik dari Magadha, dan jika kau mengkhianatiku lagi. Kluargamu yang akan menanggung resikonya."

Precap ~
Malayketu berkata pada Nandni " Chandra adalah anak dari seorang petani, aku tahu dia sangat tidak suka denganku ".
Chanakya berkata pada Chandra "Pandit ji ini akan pergi untuk acara pernikahan Nandni dan Malayketu, sekarang kau harus pergi ketempatnya ". BACA SELANJUTNYA DI || SINOPSIS Chandra Nandni Episode 26