Selasa, 15 November 2016

Chandra Nandni Episode 24

Advertisement


By Iin Indriyani

Nandni berjalan ketempat upacara pertunangannya dengan Malayketu,
Helena juga berjalan menuju pernikahannya dengan memakai pakaian Bhartiya. (pakaian adat orang india ).
Nandni melihat kearah Malayketu, dia mengingat kejadian kemaren ktika Malay hendak menistakan seorang pelayan.
Ibu Bharat ~ 
Chandra dan Nandni tidak merasa senang dengan persiapan mereka dan mereka melakukannya hanya untuk kepentingan politik.
Nandni dan Malayketu nmelangsungkan pertunangan mereka, Dilain tempat Chandra dan helena juga melangsungkan pernikahannya.
Pandit Ji menyuruh Seleucus untuk mengikat kain suci,
Pandit ji juga menyuruh Nandni untuk memakaikan gelang suci ketangan kiri Malay begitupun sebaliknya.
Malayketu berkata " Lihat, sekarang kita sudah bertunangan dan secepatnya kita akan selalu bersama ".
Nandni merasa kesal dengan kata katanya.
Seorang Tamu berkata " kenapa Nandni bisa menikah dengannya, bukan dengan lelaki pilihannya. Sungguh ini tidak adil, "
Helena dan Candra memutari api suci,
Sementara Nandni dan Malay bertukaran Cincin.
Malay memegang tangan Nandni, Nandni marah dan melepasnya dengan paksa.
Chandra mengoleskan Sindoor ke dahi Helena.
Upacara dikedua tempat telah selesai,
Chandra dan Helena sudah resmi menikah,
Nandni dan Malayketu sudah resmi bertunangan.
Chandra " Helena, sebaiknya kau pergi ke tendamu dan istirahatlah ".
(iiisssssh isssshhh isssh kata kata pertama sbg seorang suami so sweet kalii bang😍).
Nandni kluar dari acara pertunangan, dia berdiri di balkon melihat bulan purnama,
Visakha " kenapa kau melihat bulan seperti itu?"
Nandni " aku merasa aneh, bulan ini selalu ada untuk menyinari malam malam kita ".
Visakha" seorang gadis melihat bulan biasanya dia merindukan seseorang dari separuh hatinya, tapi lihat calon suami mu sudah ada disini ".
Dia melihat ke arah Malayketu.
Nandni " bulan ini adalah pelindungku dan ia selalu menolongku "
Sementara ditempat lain, Chandra juga sedang memperhatikan bulan purnama,
Temannya bertanya " kenapa kau melihat bulan?"
Chandra " bulan ini selalu membuatku berfikir kenapa Ibuku memberiku nama Chandra, ?"
(karna kau lahir dibawah bulan purnama bang)
Teman " sekarang khawatirlah tentang malam pertamamu, pergilah ke kamarmu ".
Dia meledek.
Chandra masuk kedalam tendanya, dia trkejut melihat Helena berbaring dikamar tidurnya,.
Helena menatapnya sambil tersenyum,
" kau terlihat aneh, kau terkejut melihat istrimu berada dikamarmu, kemarilah ".
Helena menggerakkan jari telunjuknya agar Chandra mendekat padanya.
Chandra merasa gugup tapi dia berusaha santai mendekati helena,
Helena menggulingkan badannya kmudian dia menunjukkan sebuah Peta yang digambar diatas seprei..
Helena " ini alasan terbesar dari pernikahan kita, dan sekarang seluruh pasukan Yunani adalah milikmu . dan sekarang bagaimana kita akan melangkah maju ".
Chandra dan Helena mendiskusikan rencana penyerangan mereka .
Ibu Bharat ~ Chandra dan Helena terikat hanya untuk politik, satu tujuan mereka adalah untuk menyerang Magadha, dan mereka tidak punya perasaan cinta satu sama lain.
Malayketu mengirim surat pada Nandni, Visakha " aku akan membacanya".
Nandni melepaskan gelang suci pertunangannya, kemudian melemparnya.
Visakha " kami disini mengganggumu, tapi..... "
Nandni " cukup, berikan surat itu padaku".
Nandni membacanya 
* hari ini kita terikat bersama, tapi kau tidak terlihat senang, dan alasannya adalah aku, aku tau itu. Maafkan aku, aku butuh kesempatan untuk mengenalmu dan memulai kebahagiaan yang baru, beri aku kesempatan*
Nandni berkata pada pelayan " sampaikan kepadanya bahwa aku tidak tertarik ".
Visakha " knapa kau lakukan ini, beri dia kesempatan ".
Nandni " karna dia seorang pembohong ".
Visakha " sekali kali dengarkanlah dia".
Nandni pergi menemui Malayketu, 
Malay melihatnya, dia berfikir" hari ini aku tidak akan membiarkannya pergi".
Ia menyuruh pelayan untuk pergi.
Nandni merasa curiga,
Malay " Nandni, semalam adalah sebuah kecelakaan, aku tidak pernah bermaksud untuk menistakan wanita, tolong maafkan aku "
Malay memeluk erat Nandni dari belakang.
Nandni " apa yang kau lakukan ?"
Dia melepaskan tangan Malay.
Nandni brjalan mundur , dia menabrak sebuah kursi dan terjatuh. Malay menggunakan kesempatan itu untuk memeluknya .
Malay " ini bukan kesalahan "
Nandni " aku akan melaporkanmu kpada Ayah "
Malay "apa yang kau pikir ?, dia tidak akan menyalahkan ini pada istri istrinya ".
Nandni mendorongnya dan segera lari dari tempat itu.
Chandra dn Helena dengan pasukannya,
Chandra " Helena, ini adalah yang kedua kalinya aku menyerang Magadha, aku sarankan kau tetap bersama Acharya ".
Helena " aku akan disini bersamamu, aku ingin melihat Malayketu berada dibawah kakiku ".
Chandra " aku berjanji padamu, tidak ada satu orangpun yang akan menyentuh Malayketu, kepalanya dan pedangmu ".
Nandni berlari ke kamar Padmanand, dia menangis .
Nandni " Ayahhhhhh. ... Ayyaaaaah ".
Padmanand " jangan menangis, katakan apa yang terjadi ".
Avantika dan Sunanda datang..
Avantika mendekati Nandni,
Nandni " Malayketu berusaha untuk menyakitiku. "
Padmanand marrrah,
" bagaimana bisa dia melakukan itu, aku tidak akan membiarkannya hidup ".
Dia memanggil pelayan dan menyuruhnya untuk menjaga Nandni.
Avantika " Lihat ! bagaiman dia memperlakukan putriku ? "
Sunanda " apa yang salah dengan itu ?"
Avantika " Diam kau ! Apa kau tidak melihat rasa sakitnya ?"
Sunanda " Bahkan Nand juga bersama dengan banyak wanita ".
Avantika " Kau benar, Nand lihatlah ini karena Karma mu putriku merasakan sakitnya, sekarang kau rasakan sakit hati seorang ayah. "
Avantika menangis , dia duduk didepan Nand.
Nand sangat marah, dia menendang meja yang berada diruangan itu.
Nand " Malayketu aku akan membunuhmu, bagaimana bisa kau membuat putriku menangis"
Dia mengambil pedang kemudian keluar dari kamarnya.
Malayketu berbicara sambi mabuk
"Nandni, ketika kita menikah maka kehormatanmu berada dikakiku".
Dia menenggak alkohol lagi.
Nand berjalan kearahnya dengan marah, dia juga meletakkan pedang ke lehernya.
" Malayketu aku sudah memperingatkanmu jangan pernah kau membuat putriku menangis, Dia sudah menerima semua keinginanmu dan bagaimana kau bisa melakukan itu padanya? 
Hanya ada satu hukuman dan itu adalah Mati. "
Malay berlutut dikaki Nand, "maafkan aku, aku sedang mabuk ".
Nand " putriku sudah sangat bermurah hati padamu ".
Nand hampir menyerang kepala Malay,
Tiba tiba prajurit datang . Dia berkata bahwa Chandra dan Chanakya menyerang magadha.
Nand terkejut,
Malay " Maharaj, aku merasa malu dengan perbuatanku, tapi sekarang kita harus menyelamatkan Magadha dan keluarga kita, jadi tolong utamakan tentang Perang ini, kali ini mereka tidak akan kuberi kesempatan untuk lari".

Precap ~
Nandni menunjukkan sebuah gambar bulu merak kepada Nand,
"ini ada bersama Chandra"
Sunanda " itu berasal dari orang orang dekat sini ".
Nand " sekarang, aku akan menemukan orangtuanya dan dia akan berada dikakiku ". BACA SELANJUTNYA DI || SINOPSIS Chandra Nandni Episode 25