Selasa, 15 November 2016

Chandra Nandni Episode 22

Advertisement


By Iin Indriyani

Masih di balkon,..
Nandni berkata pada avantika
"meskipun aku sudah tau semua itu aku tetap mencintai pelatihan pedangku, bagaimana mungkin kalian mnyetujui kondisi mereka , aku tidak perduli kepada Malayketu dan Parvatak tapi bagaimana bisa kalian menerimanya.
Aku tahu Malay melakukan ini untuk membuatku sedih karna aku sudah menyakiti dan mengalahkannya pagi tadi"
Avantika " ini karena dia seorang laki laki, 
Berfikirlah kau menerimanya karna ayahmu jangan menerima ini karena calon suamimu, 
Dan yang terutama kau harus belajar tentang kebenaran ini , itu akan membuatmu lebih baik".
Avantika Pergi dan Nandni mulai menangis..
Didalam hutan Chandra sedang tertidur diatas dedaunan. Tiba tiba saja setetes air jatuh di pipinya, 
Chandra mengusap air itu dengan telunjuknya,.dia menatapnya sambil berkata
" apa ini air hujan, aneh... atau ini tanda tanda dari seseorang yang sedang sakit hati dan mndapat ketidak adilan, dan siapa lagi yang merasakan semua itu selain aku ?"
(Nandni hebat ya nangisnya di magadha airmatanya sampe trbang ke hutan)
Ibu Barat ~ Prajurit Magadha masih mencari cari Chandra dan Chanakya, mereka terus mengembara mencari tempat persembunyian."
Disebuah desa, Chanakya (dlm penyamarannya) dan Chandra mendengar seorang ibu berkata pada anak laki lakinya,dan mngatakan tentang pasukan Chanakya yang bodoh dalam mnyerang Magadha dengan rencana yang tidak tepat.
Chandra berkata " dia benar "
Chanakya " Yah dia benar, dan kita akan mnyerang Magadha setelah mndapat banyak dukungan, waktu akan berputar dan kita akan menyerang dengan rencana baru dan dengan rencana ini, masadepan Magadha akan menjadi milik kita".
Masih dibalkon , Nandni berfikir dalam kesedihannya " apa yang akan terjadi pada masadepanku nanti" dia menangis...
(Cup Cup Cup sabar nenk, abang Chandra pasti datang buat nenk)
Chanakya dan Chandra menemukan susunan dukungan tentang Magadha, dan mereka menunggu waktu yang tepat, trmasuk mncari musuh musuh Magadha untuk mnjadi pasukan mereka.
Chandra " ini akan menjadi kemenangan kita, aku berjanji".
Chanakya mnyebarkan informasi penting dengan musuh musuh Magadha, dan mereka bersedia untuk bekerjasama dengan Chandra, 
Chanakya " sekarang, kita akan menyerang pendukung pendukung Magadha terlebih dahulu".
Sebuah Pertempuran ditampilkan.
Perang terjadi lagi antara Chandra dan para pendukung magadha, Chandra memenangkan beberapa wilayah Magadha secara pelan pelan, dengan siasat dan taktiknya.
Ibu Bharat ~ ditangan Chandra, nasibnya mulai bersinar. Tapi nasib Nandni masih ditangan orang lain.
Nandni sedang membaca buku ditaman, kduanya temannya bercanda dan berlari lari sehingga membuatnya kesal.
Kdua teman terus menggodanya, . .
Malayketu melihatnya dan berkata " secepat mungkin aku akan membuatnya berada dikakiku, dan ini akan mengasyikkan, dan tidak ada orang yang bisa menghentikakku untuk membuat kebebasannya berakhir". (Jahat lu )
Nandni hmpir terjatuh, Malay memegangnya. Nandni mendorongnya, semua teman temannya pergi.
Malay " apa kau tidak mau berterima kasih padaku ?"
Nandni " kaulah alasan aku hampir terjatuh".
Malay " bagaimana jika kau tunjukkan aku tentang kasta mu ?"
Nandni " ini adalah waktu belajarku, aku akan mnyuruh pelayan melakukannya".
Malay " jadi kau tidak punya waktu untukku,."
Dia marah dan melempar buku Nandni.
Nandni berlari mengambilnya.
Malay " mulai hari ini kau tidak boleh membaca buku apapun karna wanita Parvatak tidak melakukan kegiatan seperti itu, dan kau hanya boleh mnyibukan dirimu untukku. Aku harap kau faham maksudku".
Dia pergi. Nandni trtegun.
Nandni memberitahu semua itu pada Avantika yang sedang mandi,.. 
Nandni kaget ternyata itu bukan ibunya tapi (mak Lampir) Sunanda.
Sunanda " Dia melakukan hal yang benar, itu pekerjaanmu untuk melayaninya, berhenti melakukan kebebasanmu setelah kau menikah, setiap wanita harus melakukan semua itu, lakukan itu ".
Avantika datang dengan marah " bagaimana bisa kau berkata seperti itu pada putriku ".
Sunanda " ingat aku adalah ratu utama dan sangat penting, "
Nandni " Kami sudah.cukup untuk menghormatimu disini, bukan berarti kau bisa berkatA seperti itu pada ibuku, dan sekarang aku akan minta ayah membuat keputusan untukmu".
Di perkemahan Sikander,
Helena memberi ucapan selamat pada ayahnya karna menggantikan Sikander yang tidak ada.
Seorang prajurit berkata bahwa Magadha baru saja melakukan peperangan. Seleucus bertanya siapa dia ?
Prajurit mnjawab... Chandra.
Helena memberitahu ayahnya bahwa Chandra adalah prajuritnya sendiri yaitu Dusyant.
Helena " sekarang kesmpatan kita untuk menyerang dan mengambil alih Magadha. "
Seleucus " tidak, ini terlalu cepat".
Helena Marah. Dia berfikir "sekarang hanya Chandra yang dapat membantunya".
Diruangan Padmanand,
Nandni komplen tentang Malay dan Sunanda, 
" ini tidak adil, tidak ada orang yang bisa mengambil keputusan atas diriku selain ayah dan Maa ".
Sunanda datang " aku punya hak tentangmu,"
Padmanand " Cukup ... tidak ada orang yang lebih penting dariku untuk Nandni, bagaimana bisa kaaauuu .... "
Sunanda " aku lakukan ini untuk kebaikannya, dia akan menghadapi kesulitan nanti jika kita tidak menghentikannya dari sekarang."
Padmanand" dia benar Nandni, dengar apa yang dia katakan. "
Nandni menangis dan berlari keluar.
Padmanand melihatnya, dengan marah dia mendorong Sunanda ke dinding " karna kau , putriku merasa sedih saat ini".
Dia mencekiknya.
Sunanda " Kau tidak bisa melakukan hal apapun terhadapku, kau tahu itu. Jika kau membunuhku bagaimana kau akan tahu tentang rahasia jadi berhenti mengancamku".
Padmanand melepasnya.
Helena mendekati Chandra yang sedang tertidur didalam hutan, 
Chandra mengira dia bermaksud jahat dan hampir menyakitinya,
Helena membuka penutup tubuhnya "ini aku".
Chandra " sudah terlambat, apa yang kau lakukan disini ?"
Helena " ini sangat penting, Sikander sudah tidak ada, dan sekarang ayahku adalah raja. Tetapi prajurit kami terbagi, dan hanya tinggal beberapa. Dan sekarang kau harus menyerang semuanya karna dia tidak akan pernah berperang untukku. Tapi aku menginginkan Magadha dan hanya kau yang dapat membantuku".
Chandra " aku sudah kalah satu kali".
Helena " aku tahu, tapi ingat kau punya kekuatan yang sangat besar, tinggal berfikir untuk mngumpulkan pasukan besar dan pasukan yunaniku, kau akan menjadi sangat kuat. Jadi berfikirlah tentang itu".
Chanakya melihat mereka dari kejauhan,
Helena " dendamku dan dendammu akan membawa kita pada kemenangan, aku harap kau mengerti maksudku"
Kemudian dia pergi.

Precap~ 
Chanakya " Helena mempunyai maksud dan tujuan, hidupkan lagi serangan besarmu , nikahilah Helena !".
Nandni melihat Malay sedang mengganggu seorang gadis. Dia terkejut. BACA SELANJUTNYA DI || SINOPSIS Chandra Nandni Episode 23