Selasa, 15 November 2016

Chandra Nandni Episode 21

Advertisement


By Iin Indriyani

Diruangannya, Padmanand merasa bahagia dan terus tersenyum sambil duduk diatas kursi,
Tiba tiba dia mendengar bunyi "kreeeek"
Dia terkejut melihat seorang wanita yang sedang duduk santai ditempat tidurnya..
Padmanand " Tummmm ? , Kau ? "
Wanita itu trsenyum.
Wanita " apa kau lupa dengan istri pertamamu, Sunanda , sejak pertama kali kau bkerja sebagai tukang cukur ? "
Padmanand " apa yang kau lakukan disini ?"
Sunanda " ketika anak tiri perempuanku akan menikah apakah aku tidak boleh datang ?"
Padmanand berkata " liihaat "
Sunanda " mana bisa, aku bukanlah Avantika yang bisa kau kelabui dengan kata kata manismu"
Avantika datang dan berkata " Mahaaaraaaaj .. "
Dia berhenti dan sangat terkejut melihat Sunanda berada dikamar Nand.
Sunanda melihat Avantika dari bawah keatas 
" Heei Avantika,.. 
aku senang bisa bertemu denganmu. Sungguh,
Apa kau tahu kenapa Nand sangat takut kepadaku hingga sekarang dan membuat kau ktakutan, karna tidak ada satupun orang yang bisa mnempati tempatku."
Avantika tegang.
Sunanda "Ngomong ngomong, dimana Nandni ?
Aku ingin memberkati dia" .
Avantika " dia sedang melakukan Talwar Baji (berlatih pedang). "
Sunanda " Wow, siapa yang mengajarinya disini?"
Avantika mnjawab " Padmanand "
Sunanda " Baguuus, dulu dia bermain dengan Gunting dan sekarang dengan Pedang, 
Ngomong ngomong aku ingin tidur diruangan yang besar ini "
Nand dan Avantika terkejut.
Kemudian Nand menyuruh Avantika untuk memberikan ruangannya.
Sunanda " kau jangan bermimpi avantika, karna kau hadir setelah aku ".
(😟😟😟 nasibbb istri muda )
Avantika sangat marah dan dia keluar dari kamar.
Disuatu tempat, Chandra sedang memukul kayu dengan sebuah palu yg besar. Dia mengingat ingat perang yang terjadi kemarin .
(flashback ditampilkan ketika Nandni menyuruh prajurit wanita untuk ikut berperang, ktika Chanakya memintanya untuk mundur dr peperangan. Flashback berakhir).
Dia berteriak " kenapa aku bisa kehilangan kesempatan itu ??"
Dia marah,
dia melempar palu dan memukul sebuah kendi yang berapi. Tangannya terluka penuh darah.
Chanakya datang 
Dia berkata " Apa kau menerima kekalahanmu, "
Chandra " kita hanya bermimpi dan aku sudah mundur "
Chanakya " Jika kau ingin menjadi seorang raja kau harus bisa mengubah kegagalan mnjadi kemenanganmu. Setiap kali aku melihat rambutku, aku selalu ingat penghinaan itu (flashback ditampilkan ketika Nand menghina Chanakya di Istana ketika pertama kali mereka bertemu) mreka mmbuatku tak bisa tertidur, dan memintaku untuk segera bangun. Jangan biarkan sakit hatimu memudarkan sakit hatiku trhadap mereka, itu akan mnjadi alasan dibalik kemenanganmu".
Chandra " aku tidak akan membiarkan mereka sampai aku mendapatkan Magadha".
Chandra melihat tangannya yang berlumur darah. 😯
Didalam istana, Nandni sedang berlatih pedang. Malayketu datang dan berkata "kau sangat mngesankan , kau sangat Cantik dan keahlianmu mmbuatmu terhormat dimataku".
Nandni melihatnya dengan tidak suka.
Dia meletakkan pedangnya.
Malay " bagaimana jika kau bertarung denganku , aku sangat ingin melihatmu apakah kau hanya bisa mempraktekan atau bahkan bisa berperang dalam peperangan ".
Malayketu trsenyum (weeeeksssss moduss)
Nandni " kau meragukanku keahlianku dan Guruku, tentu saja kau akan dapat kesempatan itu."
Nandni mngambil dua buah pedang dn memberikannya pada Malayketu.
Nandni dan Malayketu memulai pertarungan pedang.
Adegan peertama Malayketu berhasil mmbuat Nandni mnjatuhkan pedangnya. Kmudian Malayketu melepas Dupatta nandni dengan pedangnya.
Nandni membalikkan badannya smntara Malay masih trsenyum senang.
Nandni Sangat Marah, dia mngambil pedangnya kmudian bertarung kembali dengan Malay.
Nandni berhasil melukai tangan dan Kaki Malay dengan sangat cepat.
Malayketu kalah.
Nandni " aku harap sekarang kau tau, bagaimana keahlian Gadis Magadha. Dan Maaf atas luka luka mu "
Nandni pergi sedangkan malay merasa sangat terhina dngan kekalahannya.
Malayketu didalam ruangannya merasa sangat marah dengan serangan yang dilakukan oleh Nandni.
Pelayan datang untuk mengobati lukanya tapi dia marah melempar obat obatan itu, para pelayan pergi, malay menendang barang barang yang ada diruangannya.
Malay " bagaimana bisa dia menyerang Parvatak Malayketu , seorang wanita, aku akan membuat harga dirinya berada dikakiku dan menyelesaikan harga dirinya bersama dengan ayahnya."
(halaaaah udah kalah pake dendam segala)
Didalam ruang istana,
Parvatak meminta Padmanand agar Nandni mnghentikan latihan pedangnya, dia berkata 
"Wanita Parvatak tidak diizinkan untuk berperang atau hal apapun yang seorang laki laki lakukan, dan sebelum rencana kita terwujud dia sudah harus menghentikan semua yang sudah dia pelajari ".
Padmanand merasa tersentak,.
"apaaa?"
Raja Parvatak " ini adalah kondisi kami"
Padmanand " Nandni sudah belajar semua ini sejak dia masih kecil. "
Malayketu " ini adalah Parampara ( adat istiadat mungkin) kami "
Padmanand " aku mengerti "
Raja ParV " didalam parampara kami, seorang wanita hanya duduk dibalik gorden. Dan Orang orangku tidak akan menerimanya "
Tiba Tiba Sunanda datang dan berkata 
"itu benar, dan Magadha menerima kondisi ini "
Semua orang melihat kearahnya.
Didalam ruangannya,
Padmanand, Avantika dan Sunanda,
Nand " bagaimana bisa kau mengambil keputusan ini untuk putriku ?"
Sunanda " aku sudah benar, dan seorang gadis tidak harus diberi banyak kebebasan "
Avantika " dia adalah putriku, dan dia sangat mencintai pedangnya ".
Sunanda " ini adalah kebutuhannya, dan suatu saat dia tidak harus sepertimu avantika, yang membodohi suamimu "
Nand marah " Sunanda aku akan membunuhmu... " dia mencekik leher Sunanda.
Tapi sunanda malah tertawa.. 
"berfikirlah layaknya kau seorang lelaki bukan seorang ayah, apa kau mmperlakukan setiap wanita seperti Nandni, Lelaki mana yang akan menerima Nandni dengan keahliannya dan jika kau tidak menghentikannya, ini akan sangat buruk untuknya. "
Padmanand " kau benar sunanda, aku akan menerima keadaan ini "
Avantika " aku tidak punya keberanian untuk mengatakan ini padanya"
Nand " kau pergi dan katakan padanya tntang keadaan ini ".
Di Balkon,
Nandni dan Avantika bertemu,
Nandni " Tidak, aku tahu kalau ayah tidak menyukai itu dan dia menyuruhmu untuk memberitahuku . Aku akan pergi dan bicara padanya"
Avantika " dia sudah setuju dengan semua itu, dan sekarang kalaupun kau datang padanya dia tidak akan mengubah pendiriannya "
Nandni merasa sedih.
Didalam hutam, Chandra sedang tidur diatas dedaunan. Tiba tiba beberapa prajurit menyerangnya.
Dengan tenang chandra berhasil membunuh semua prajurit.
Chanakya datang " berapa banyak lagi orang yang akan kau bunuh,.sekarang Magadha mnjd sangat kuat dengan dukungan parvatak. Sekarang waktuny untuk bersembunyi, dan menunggu waktu yang tepat. Dan sekarang 
kita harus pergi dan mncari tempat yang baru."
Precap ~
Avantika berkata pada Nandni " Jangan menerima sesuatu apapun dari suamimu seperti kau menerima apapun dari ayahmu. "
Nandni menangis.
Chandra trmenung, tiba tiba setetes air jatuh diwajahnya.
" apa akan hujan di cuaca seperti ini, aneh jika tidak,brarti ada seseorang yang sedang menangis dan mndapat ketidak adilan. Siapa yang sedng menangis dan mndapat ketidak adilan melebihi aku ?"
Dia adalah Nandni. Dia sedang menangis di atas Chandra dalam kegelapan. 
( So Sweeeeeeeeet ). BACA SELANJUTNYA DI || SINOPSIS Chandra Nandni Episode 22