Sabtu, 12 November 2016

Chandra Nandni Episode 2

Advertisement


By Faby Novaliza

Adegan 1
Suryagupta berlari menuju ruangan Moora dan menceritakan semuanya kepada istrinya "Avantika memiliki hubungan gelap dengan Nanth dan aku harus memberitahu Shishunag tentang hal ini. Jangan membuka pintu sampai aku datang"
Surygupta pergi menemui Shishunag.
Dia memberitahu Shishunag.
Nanth melepas kepala Shishunag yang membuat Suryagupta kaget. 
Nanth menertawakan dia "Sekarang aku juga akan membunuhmu dan menikahi Moora!" 
Surygupta menyadari bahwa Moora berada dalam bahaya dan akan pergi untuk menyelamatkannya. 
Nanth melukainya tapi ia berhasil menemui Moora dan memberitahunya tentang hal itu.
Moora dan Suryagupta pergi. 
Di koridor, semua prajurit berusaha menghalangi jalan Suryagupta. Beberapa prajurit memanahnya, tapi ia masih berhasil menyelamatkan Moora dan membawanya pergi.
Suryagupta dan Moora sampai di hutan.
Prajurit mengikuti mereka bersama Nanth.
Suryagupta bilang "Aku tidak bisa maju lagi! Ini adalah akhirku. Tapi kau harus menyelamatkan anak kita, Chandra. Dia harus membalaskan dendam ayah dan pamannya. Dia akan mengurus Bharat-ku. Aku bersamamu dalam wujud Chandra sekarang"
Dia menyembunyikan Moora di balik daun dan melarangnya untuk keluar dari sana "Tetaplah disini"
Surygupta mengambil pedangnya. Ia dikepung oleh Nanth dan prajuritnya.
Nanth bertanya "Dimana istrimu yang cantik itu? Aku akan membunuhmu dan dia akan menjadi milikku!"
Suryagupta marah.
Dia membunuh prajurit yang datang di jalannya.
Moora menyaksikan semuanya. 
Nanth akhirnya turun dari kuda dan bertarung dengannya. Dia memenggal kepala Suryagupta dan kepalanya jatuh di dekat Moora.
Moora menangis dan mengingat waktu yang ia dihabiskan bersamanya.
Moora berlari untuk menyelamatkan diri. Dia sampai di tepi sungai tapi mulai merasakan nyeri dan berteriak kesakitan. 
Dia berdoa kepada Tuhan agar menyelamatkan anaknya. 
Sekelompok burung merak mendekati Moora dan mengelilinginya. Bulan bersinar terang. Burung merak menutupi Moora dengan bulu-bulunya sehingga prajurit Nanth tidak melihatnya.
"Moora melahirkan putra pemberani, Chandragupta yang menjadi alasan di balik kemuliaanku!" kata ibu Bharat.
Moora berlari bersama anaknya.
Prajurit dan Nanth masih mencari Moora.
Moora bersembunyi di sebuah kandang. 
Dia ingat Suryagupta mengatakan "Sekarang Chandragupta akan menyelamatkan ibu Bharat dan kemuliaannya!" 
Moora berkata "Chandra, sekarang kau harus menyelamatkan ibu pertiwi. Kau harus menanggung rasa sakit ini dan juga membalaskan dendam atas kematian ayahmu!"
Dia memberikan tanda bulu merak di tangan Chandra.
Moora berjalan bersama anaknya. 
Prajurit menemukan mereka. Seorang prajurit mengambil anaknya tetapi itu hanyalah kain yang berisikan jerami. 
Prajurit bertanya "Dimana anakmu?" 
Kilas balik menampilkan Moora telah menyembunyikannya di sebuah keranjang.
Dia juga memberinya kalung. Kilas balik berakhir. 
Moora menjawab "Aku tidak akan memberitahu!"
Sementara itu, di Magadh...
Avantika memberitahu rakyat "Suryagupta telah membunuh Shishunag! Jika seseorang membawakan aku kepala Surygupta, maka aku akan menjadi budaknya! Siapapun yang pemberani dan dapat membalaskan dendam Maharaj mereka, beritahu aku!" 
Nanth datang bersama kudanya "Aku pemberani. Inilah kepalanya! Sekarang Maharaj akan beristirahat dengan damai dan tidak ada yang akan berniat buruk terhadap Magadh lagi!"
Ia mendekati Maharani Avantika dan mengatakan "Kau adalah ratu. Kau akan akan menjadi Maharani dan bukan budak. Aku akan menjadi budak kerajaan dan Magadh. Aku Nanth, akan melayani Magadh hingga nafas terakhirku dan demi keamanan Magadh, aku mengumumkan diri sebagai Raja Magadh yang baru!"
Rakyat marah dan tidak setuju "Ini tidak mungkin!" 
Prajurit mengancam mereka.
Rakyat akhirnya setuju. 
Nanth menempatkan mahkota di kepalanya "Sekarang aku akan dipanggil Padmanand dan Raja adalah orang yang paling penting. Akan ku pastikan kepada kalian semua bahwa Magadh akan aman berada di tanganku dan jauh dari kotoran luar Magadh!"
Ibu Bharat mengatakan "Kemuliaanku menjadi debu setelah dia menjadi Raja"

Adegan 2
Padmanand mandi bersama pelayan.
Prajurit memberitahu bahwa Moora tertangkap.
Padmanand meminta prajurit untuk membawa Moora ke hadapannya. 
Dia melihat Moora yang tertutup dalam kotoran "Oh dia melahirkan! Di mana anaknya?"
Prajurit mengatakan "Ia menyembunyikannya"
Dia meminta prajurit untuk berbalik. 
Padmanand bilang "Aku tidak peduli tentang anaknya! Aku hanya peduli pada Moora"
Dia menyentuh Moora dan memanggilnya "Ratuku" 
Moora menamparnya. 
Prajurit mengarahkan senjata mereka.
Padmanand mengisyaratkan mereka untuk berbalik lagi. 
Ia tersenyum dan memegang tangan Moora "Waw sentuhanmu begitu lembut yang pernah aku rasakan. Tampar aku lagi kumohon" 
Moora berkata "Beraninya kau menyentuhku! Aku bahkan tidak ingin melihatmu!"
Padmanand menuangkan susu padanya "Tapi aku ingin melihatmu. Jadilah ratuku dan seluruh dunia akan berada di kakimu" 
Moora mengatakan "Lebih baik aku menerima kematian dari pada itu!" 
Padmanand mengatakan "Peluk aku sebagai gantinya"
Avantika melihat itu dan bertanya "Apa yang terjadi di sini?"
Dia terlihat marah.
Di kandang yang sama, prajurit tidak menemukan Chandra. 
Chandra berada di tangan yang aman.

PRECAP~ Moora mengatakan kepada Padmanand "Aku berharap Avantika melahirkan seorang putri. Setelah itu kau akan menyadari rasa sakit perempuan!"
Padmanand diinformasikan bahwa Avantika melahirkan seorang putri. Dia sangat senang "Aku memberinya nama Nandni!" BACA SELANJUTNYA DI || SINOPSIS Chandra Nandni Episode 3