Minggu, 13 November 2016

Chandra Nandni Episode 10

Advertisement


By Faby Novaliza

Adegan 1
Nandni marah "Beraninya kau masuk ke ruanganku!"
Dia melepaskan kumis palsu Chandra.
Chandra memegang mulutnya dan menarik dia lebih dekat dengannya. 
Prajurit memberitahu Padmanand tentang hal itu.
Chandra mengatakan "Karena dirimu aku dikirim ke penjara dan sekarang kau yang akan membantuku keluar!" 
Padmanand datang "Beraninya kau menyakiti putriku!"
Chandra mengancamnya "Jangan melangkah maju atau aku akan membunuhnya!"
Chandra pergi bersama Nandni menggunakan kuda. 
Chandra mengancam semua prajurit di pintu gerbang bahwa ia akan membunuh Nandni.
Prajurit membukakan pintu.
Chandra terkena panah tapi masih ia berhasil melarikan diri.
Nandni membuat kuda berhenti. Keduanya jatuh dari kuda.
Chandra mendekati Nandni dan melepaskan dupattanya. 
Nandini menampar Chandra!
Kemudian dia melihat ada kadal di dupattnya. Dia merasa tidak enak. 
Chandra menutup mulutnya.
Padmanand memerintahkan prajurit "Pergi! Cari putriku atau aku akan membunuh semua orang yang ada disini!" 
Avantika mengatakan "Dia membawa putriku dan kau terus menyaksikan?"
Padmanand bilang "Aku akan menghukum dia!"
Avantika menyalahkannya "Ini adalah karmamu! Karmamu mengingatkanku tentang apa yang telah aku lakukan kepada suamiku. Sekarang Nandni harus menghadapi karmamu! Moora membantunya (Chandra) melarikan diri dan sekarang dia membawa putrimu pergi. Katakan padaku bagaimana kau akan menyelamatkan putriku? Kau pasti sudah menyiksa keluarganya (Chandra), jadi dia balas dendam dan putriku harus menghadapi setiap kesulitan. Ini semua karenamu!"
Nandni menggigit tangan Chandra.
Chandra mendorong dia dan memanjat pohon.
Nandni berpikir "Apa yang dia lakukan?" 
Chandra melihat prajurit yang datang dan dia menyerang mereka dari atas pohon. 
Nandni terkejut melihat tingkahnya. 
Chandra mengikat semua prajurit dan memberikan pamdangan dingin ke arah Nandni.
Dia naik ke atas kudanya dan pergi, meninggalkan Nandni disana.
Padmanand menemui Moora "Karenamu putriku jauh dariku!"
Moora mengejeknya "Begitu menyedihkan melihatmu kesakitan tetapi mengapa begitu menyakitkan? Kau merasa sakit karena putrimu atau fakta bahwa putra itu telah melukai egomu dan membawa pergi putrimu di hadapan seluruh rakyat Magadh. Kau pasti merasa sakit, bukan? Coba pikirkan rasa sakit yang seorang ayah dihadapi ketika kau mengambil putri-putri mereka demi kenikmatanmu! Sekarang kau takut jika putra itu akan mengulang sejarah dan memotong kepalamu persis seperti yang kau lakukan kepada Shishunag. Sekarang jangan buang waktu. Pergi dan cari putrimu!"

Adegan 2
Padmanand marah "Aku akan membunuhmu jika terjadi sesuatu kepada putriku!"
Moora mengatakan "Kau akan membunuhku? Itu tidak akan pernah terjadi! Aku akan melihat setiap air matamu dari dengan mataku sendiri. Sebelum aku melihatnya, aku tidak akan mati, Nand!"
Prajurit menginformasikan Padmanand bahwa Nandni kembali ke istana.
Padmanand meninggalkan Moora dan memberikan semua emasnya kepada prajurit.
Dia bergegas ke sisi Nandni dan memeluknya. 
Nandni mengatakan "Aku baik-baik saja. Tidak ada yang berani menyentuh aku"
Padmanand berkata "Untuk sesaat aku berpikir jika aku kehilanganmu" 
Nandni mengatakan "Lihat! Aku hanya pergi beberapa menit dan ayah menjadi sangat gelisah. Bagaimana bisa ayah memintaku untuk menikah dan meninggalkan ayah?"
Ibu Bharat "Sementara Nandni kembali ke kerajaannya, Chandra meninggalkan Magadh. Chandra tidak menyadari badai dalam bentuk Maharaj Bajis yang menyerang Takshshila!"
Di Takshshila, semua murid disiksa oleh Raja. Dia meminta Chanakya untuk bersekutu dengan Sikander tapi Acharya menolak.
Parvatak mengatakan kepada Chanakya "Chandra mencuri undanganku dan pergi ke Magadh!"
Chandra masuk.
Acharya bertanya "Mengapa kau pergi kesana Chandra? Dan tanpa izin dariku"
Chanakya berkata "Parvatak, tinggalkan asrama segera karena kau telah menghina aturan utama dari asrama ini dimana tidak boleh mengawasi temanmu. Pergilah!"
Parvatak mengatakan "Aku akan pergi tapi aku pasti akan kembali untuk membalas dendam!"
Chandra memberikan peta kepada Acharya.
Acharya Chanakya tersenyum.
Gautami memberikan laddoo kepada Nandini "Makanlah dan kau akan merasa lebih baik. Apa yang dia lakukan padamu di hutan?"
Nandni melihat kakaknya dan mengisyaratkannya "Kakak ipar, aku telah membunuhnya dan sekarang arwahnya ada di istana ini!"
Dharam mematikan lampu.
Nandni mulai menakut-nakutinya "Arwah mencapai orang yang banyak makan manisan dan dia membutuhkan darah mereka!!!" 
Gautami menjadi sangat takut "Kau yang telah membunuhnya. Lalu kenapa aku?" 
Nandni beralasan "Tapi kakak ipar yang memiliki lebih banyak darah" 
Gautami mengatakan "Aku harus pergi ke ruanganku"
Dia lari.
Nandni memberitahunya "Ingatlah! Jangan menoleh ke belakang saat berjalan"
Chandra menjelaskan seluruh peta kepada Chanakya.
Chanakya berkata "Amatya sangat cerdas. Doa pasti telag mengubah semua pengaturan keamanan"
Chanakya membakar peta "Sekarang itu semua sudah ada di pikiran kita. Itu cukup"

PRECAP~ Padmanand mengatakan "Nandni, kau adalah tonggak berhargaku!"
Chanakya berkata kepada Chandra "Cari tahu apa yang berharga bagi Padmanand dan kita akan menyerang itu!" BACA SELANJUTNYA DI || SINOPSIS Chandra Nandni Episode 11