Sabtu, 12 November 2016

Chandra Nandni Episode 1

Advertisement


By Faby Novaliza

Adegan 1
Episode dimulai dengan penggambaran Bharat (India) dan sejarah dari pejuang pemberani.
Ibu Bharat (tanah air India) mengatakan "Mengapa hanya memuji raja? Ratu adalah orang yang selalu berada di balik kesuksesan raja. Salah satunya adalah ratu dan raja yang berjuang untuk Bharat. Dia adalah Samrat Maurya, Raja Chandragupta dan ratunya yang mengajarkan kepadanya cinta serta membantunya berjalan di jalan kesuksesan, Ratu Nandini. Dia adalah wanita di balik kemuliaan Raja Chandragupta. Tapi cerita ini tidak akan lengkap tanpa ibu Chandragupta dan karakternya selalu dipertanyakan karena ia telah melahirkan raja pemberani"
Maharaj Suryagupt (Sainyog Sogani) sedang tidur. 
Seekor nyamuk menggigit lengannya. 
Maharani Moora (Papia Sengupta) bangun dan meniup nyamuk itu. Tapi nyamuk malah pindah ke bibir Maharaj Suryagupta. 
Maharani Moora meniup bibir Maharaj. 
Nyamuk terbang. 
Maharaj bangun dan mereka akhirnya bermesraan. 
Maharani Moora berdiri.
Maharaj mengatakan "Warna merah muda terlihat cocok untukmu dan aku tidak menyukai warna emas ini"
Ratu marah "Aku akan memakai emas dan gaun berwarna emas!"
Maharaj sudah berganti pakaian. 
Maharani Moora keluar mengenakan warna merah muda.
Maharaj Suryagupta tersenyum dan mendekatinya. 
Maharani Moora beralasan "Gaun emas sudah agak sempit"
Raja berkata "Aku tidak bisa hidup tanpamu"
Ratu membalas "Aku pun tidak akan pernah bisa menjelaskan bahwa kau adalah hidupku dan segalanya bagiku!"
Mereka berpelukan. 
Raja bilang "Aku tahu jika kau sangat mencintaiku"
Maharaj Suryagupta datang ke Sabha (ruang sidang). 
Pelayan membawakan hadiah yang telah dikirim oleh Maharani Avantika dan Maharaj Sushunak atas berita kehamilan Maharani Moora. Mereka juga mengundang Maharaj Suryagupta dan Maharani Mora untuk datang ke Magadh.
Malam hari, Maharani Moora sedang minum.
Maharaj Suryagupta datang kesana. 
Maharani mengatakan "Maharaj, anak kita akan diberi nama Chandragupta"
Maharaj tersenyum "Tetapi bulan terbit setelah matahari"
Maharani berkata "Jangan pernah mengatakan itu! Kau tidak bisa meninggalkan aku sendiri"
Dia menangis.
Maharaj berjanji padanya dan mengajaknya ke Magadh.
"Di Magadh, sebuah badai telah menunggu raja dan ratu. kesialan mereka telah menunggu kedatangan mereka" kata ibu Bharat.
Di Magadh, Maharani Avantika (Mansi Sharma) membidik sebuah pot yang ada di atas kepala Maharaj Shishunag (Devendra). Dia membidiknya dengan tepat.
Maharaj memujinya.
Maharani Avantika berkata "Kau tahu bagaimana takutnya aku"
Pelayan datang, memberitahu kedatangan Maharaj Suryagupta & Maharani Moora.
Mereka disambut dengan cinta.
Avantika dan Moora berpelukan. 
Avantika mengatakan "Temanmu selalu menyusahkanku, Suryagupta"
Moora menambahkan "Suamimu senang menyusahkan istrinya"
Avantika mengajak Moora pergi karena mungkin dia lelah.
Seorang pria mengintip Maharani Moora yang sedang bersiap-siap dibantu oleh temannya dibawah. Tiba-tiba pria itu terpeleset dan jatuh. 
Temannya mengatakan "Dia hamil! Apa kau tidak tahu malu?"
Pria menjawab "Dia adalah wanita tercantik yang pernah aku lihat. Aku jatuh untuknya"
Rakyat Magadh berkumpul di halaman istana.
Maharaj Shishunag dan Suryagupta meminta rakyat untuk menyebut tanah air sebagai ibu Bharat dan meminta mereka untuk tidak bertarung satu sama lain.
Avantika melihat Moora kesakitan. Dia mendekatinya "Mengapa kau tidak beristirahat?"
Moora menjawab "Aku ingin disini. Aku ingin calon anakku mendengarkan pidato ayah dan pamannya"
Suryagupta mengatakan "Persatuan adalah kekuatan. Jadi bersatulah dan kalahkan musuh agar tidak ada orang asing yang berani menyentuh tanah air kita! Raja dikenal karena rakyatnya"
Orang-orang asing memasuki perbatasan Bharat.
Ada badai yang membuat Raja asing (Chetan Hansraj) itu pergi. Sebelum pergi ia berkata "Seorang raja pasti akan menjual tanah ini untuk uang. Kemudian kami akan berbicara!"
Dari bawah, pria (yang mengintip) terus memandangi Maharani Moora. Sementara raja-raja sedang memberikan pidato. 
Dupatta Maharani Moora terbang oleh angin. Dupatta tersbut jatuh di wajah pria itu. Dengan bersemangat, ia bergegas ke atas untuk mengembalikan itu.
Maharani Moora mengambil dupattanya. Pria mengambil kesempatan untuk menyentuhnya dan pergi.
Maharani Moora merasa kesal. 
Moora menceritakan itu kepada Avantika.
Avantika mengatakan "Ikutlah denganku! Aku tidak akan membiarkan dia hidup!"
Mereka berdua berjalan ke bawah.
Avantika menemui pria itu dan mencacinya "Dasar tidak tahu malu!"
Maharaj Shishunag bertanya "Ada apa ini? Apa yang salah?"
Avantika menjelaskan "Pria ini mencoba untuk menyentuh dan menghina Rani Moora. Aku akan menghukumnya! 
Shishunag dan Suryagupta terlihat marah. 
Avantika mulai memukulinya.
Moora menghentikannya "Cukup!"
Avantika mengatakan "Tidak! Ini tidak cukup! Aku menjatuhkan hukuman mati untukmu!" 
Moora bilang "Jangan lakukan itu padanya!"
Avantika berkata "Aku tidak akan mengampuni mereka yang telah menghina wanita. Tapi karena Moora yang bilang, aku menjatuhkan hukuman penjara untukmu seumur hidup!"

Adegan 2
Suryagupta bertanya kepada Moora "Mengapa kau begitu khawatir?"
Moora mengatakan "Aku tidak suka disini. Oh aku melihat pria itu!"
Suryagupta menenangkannya "Tetaplah disini. Aku akan pergi memeriksa"
Dia pergi untuk mencari pria itu. Dia melihat pria itu pergi ke ruangan Maharani Avantika.
Nanth (Arpit Ranka) berlutut di kaki Avantika dan memohon ampun. 
Avantika mengatakan "Aku tidak akan memaafkanmu!"
Dia meminta semua prajurit dan pelayan untuk pergi. Mereka mematuhi.
Avantika memeluk pria itu.
Nanth bertanya "Kau akan membunuhku?"
Avantika menjelaskan "Kau tahu aku tidak bisa melakukannya"
Sementara itu, Suryagupta sedang dalam perjalanannya menuju ruangan Avantika. 
Nanth menggendong Avantika dan mereka berdua bermesraan. Nanth menjatuhkan dia di tempat tidur. Dia mendekati Avantika. 
Suryagupta datang dan melihat mereka bersama.
Avantika mempertanyakan sikapnya kepada Moora. 
Nanth menjelaskannya dan bertanya "Berapa lama lagi kita akan bersembunyi seperti ini?" 
Avantika mengatakan "Kepercayaan dibangun tapi pria itu (Shishunag) bodoh! 9 anak bukanlah anaknya, tapi anakmu. Secepatnya aku akan membunuh dia! Jangan khawatir"
Suryagupta terkejut dan berpikir untuk memberitahu Shishunag.
Saat ia berbalik, ia menjatuhkan sesuatu yang membuat Avantika dan Nand menyadari keberadaannya.
Avantika dan Nanth kaget. 
Avantika cemas "Lakukan sesuatu! Dia akan memberitahu Shishunag!"
Nanth mengepal tangannya.

PRECAP~ Di hutan, Moora menjerit kesakitan. Beberapa merak datang dan membuka bulu mereka saat beberapa orang berkuda lewat. BACA SELANJUTNYA DI || SINOPSIS Chandra Nandni Episode 2