Selasa, 01 Desember 2015

SINOPSIS Elif SCTV Season 2 Episode 227

Advertisement


Di rumah Emiroglu, Ipek terkejut mendengar pembicaraan antara Sadik dan Melih, mungkin Ipek telah mengetahui kalau sementara ini Sadik menjadi mata-mata keluarga Emiroglu, Ipek pun masuk ke dalam rumah dan ada benda jatuh dan Melih mendengar hal tersebut, merasa ada yang memperhatikan pembicaraan mereka, Melih dan Sadik pun mencoba memeriksa keadaan sekitar namun hanya terdengar suara kucing.
Dengan raut muka yang masih tidak percaya dan dalam keadaan sedih Ipek masuk ke sebuah ruangan dan dia berbicara sendiri seakan-akan masih tidak percaya akan yang telah terjadi.
DI Rumah Necdet, Necdet terlihat berbicara dengan 3 orang tamunya. Selang beberapa lama tamunya itu pergi.
Di Rumah Emiroglu, Melih dan Kenan berbincang di dekat pintu keluar Rumah Emiroglu, selang beberapa lama Ipek pun nampak memperhatikan apa yang diperbincangkan. Melih pun berpamitan untuk pergi namun Ipek datang menghampiri dan menegur Melih, entah apa yang dibicarakan Ipek kepada mereka. Melih pun bersalaman dengan Kenan dan pergi.
Di Kamar Gonca, Gonca nampak memandang dan mengusap cincin pemberian Necdet dan berbicara sendiri sambil sesekali mengucapkan nama Necdet. 
Di Kamar Erkut, Erkut terlihat bingung dan teringat bayangan dulu ketika dirinya berbincang dengan Peyas dan teringat juga ketika dirinya berbincang dengan Arzu.
Di Rumah Emiroglu Tugce dan Serdar datang, nampaknya mereka berdua baru pulang main, ketika Serdar dan Tugce masuk, Kenan terlihat tidak suka kepada Serdar dan menyuruh Tugce untuk pergi ke kamarnya. Kenan pun bebrbincang dengan nada yang tinggi kepada Serdar dan Ny Aliya yang ketika itu ada di sana pun sesekali berbicara kepada Serdar. Perbincangan selesai Serdar mulai pergi.
Di Kamar Arzu, Arzu terlihat mondar mandir dan datanglah Kenan memarahi Arzu mungkin karena Tugce pulang malam dengan Serdar.
Di Rumah Melih, Melih berbicara sendiri sambil membayangkan kalau pembicaraan dia dan Sadik telah diketahui oleh Ipek. Dengan wajah yang gelisah Melih terlihat bingung.
Pagi hari tiba, di Rumah Veysel, Tulay sedang menyetrika pakaian untuk acara pernikahannya denga Veysel dan datanglah Veysel lalu mereka berbincang sambil bercanda. Murat pun datang dengan menggunakan jas dan penampilan rapi sambil membawa bunga, mereka bertiga pun berbinacang.
Di Rumah Emiroglu Zeynep beru bangun dan Selim hanya menatapi Zeynep saja, setelah itu mereka pun berbincangdengan posisi badan masih berbaring. Ketika Zeynep melihat handphone, Zeynep teringat kalau hari itu adalah hari pernikahan ayahnya dengan Tulay. Setelah itu terdengar ada yang mengetok pintu kamar mereka dan Zeynep membukakan pintunya ternyata Kiraz membawakan sarapan untuk mereka. Zeynep dan Selim pun mulai melakukan sarapan.
Kiraz masuk ke dapur sambil bernyanyi dan terlihat gembira, ketika itu Ipek datang dengan wajah murung, Kiraz yang tidak mengetahui kedatangan Ipek terus saja berbicara sendiri dengan nada gembira, namun setelah itu Kiraz melihat kkedatangan Ipek dan mereka berbincang, nampaknya Ipek membicarakan tentang Sadik kepada Kiraz.
Di Kampus Feraya dan Pelin sedang berbincang dan nampaknya mereka membicarakan tentang keluarga Emiroglu bahakan terdengar mereka membicarakan Zeynep dan Selim.
Di ruang makan Necdet, Necdet terlihat sedang sarapan dan datanglah Erkut menghampiri dan mereka pun berbincang.
Di Kampus, Pelin dan Feraya masih berbincang.
Necdet yang sudah selesai sarapan langsung minum kopi sambil duduk di halaman Rumahnya dan berbincang dengan anak buahnya. Erkut pun nampak memperhatikan perbincangan mereka dan dia mencoba SMS seseorang.
Di Pantai, Ipek dan Melih bertemu dan mungkin Melih menjelasakan sesuatu kepada Ipek, namun Ipek tampak kesal bahkan mau pergi namun Melih mencegahnya.
Di Rumah Veysel, Veysel dan Tulay sudah berpakaian rapi nampaknya mereka akan bersiap pergi ke gedung pernikahan. Murat yang bercanda berlebihan mendapatkan tamparan dari Veysel, hal itu hanya membuat Tulay tersenyum. Veysel dan Tulay pun mulai masuk mobil dan pergi. Murat akan menyusul denga Feride nantinya.
Ipek dan Melih masih berbincang di pantai, tampak sekali kalau perbincangan mereka sangat serius. Di akhir perbincangan dengan wajah kecewa Ipek pun pergi meninggalkan Melih.
Di Cafe Elif Feride tengah bersiap untuk menghadiri pernikahan Veysel dan Tulay dan dia sempat berbincang sesaat dengan Melek, Murat pun datang menjemput Feride dan mereka berbincang.
Di sebuah tempat Erkut dan Arzu sedang berbincang.
Di dapur, Gonca mendapat telepon dari Necdet dan entah apa yang mereka bicarakan di telepon.
Arzu dan Erkut masih berbincang.
Murat dan Feride masih berbincang di cafe dan berpamitan kepada Melek dan Murat pun diberi uang oleh Melek dan dengan sedikit keberatan Murat menerima uang tersebut.
Di Ruang pengantin Veysel dan Tulay tengah duduk dan ada juga Selim dan Zeynep di sana dengan penuh kebahagiaan di sana mereka berbincang dengan wajah yang penuh kebahagiaan. Murat dan Feride pun datang dan Murat memperkenalkan Feride kepada Tulay dan Veysel.
Di pantai, Ipek hanya termenung sendirian sambil berbicara.
Di dapur rumah Emiroglu Kiraz dan Gonca sedang bekerja sambil berbincang, bahkan terlihat Gonca sedang membersihkan beras. Kiraz melihat cincin Gonca dan terkagum melihatnya. Namun ketika Kiraz memegang tangan Gonca datanglah Arzu.
Di Ruang kerja Necdet, Erkut masuk dan tamapak mencari sesuatu, Necdet yang kala itu tengah berjalan mendengar suara anaeh didalam ruang kerjanya dan mencoba untuk mefmeriksanya namun Erkut bersembunyi dan akhirnya Necdet pergi kembali. Erkut pun masih mencari sesuatu.
Di dapur Rumah Emiroglu, Arzu memarahi dan merebut cincin yang dipakai Gonca bahkan sampai mendorong kepala Gonca yang membuat Gonca menangis.
Erkut masih mencari sesuatu dan akhirnya dia menemukan apa yang dia cari yaitu sebuah berkas yang berisi tentang peta dan catatan lainnya lalu Erkut pun memfotonya.
DI Kamar Arzu berbicara sendiri.
Di Gedung perikahan Acara pernikahan Tulay dan Veysel berlangsung dan pernikahan itu dihadiri saksi utamanya yaitu Selim dan Zeynep.
Di Rumah Necdet, Necdet tengah bermain Catur seorang diri lalu datanglah Arzu menghampirinya dan mereka pun berbincang.
Di Kamar Gonca, Gonca menangis karena perlakuan Arzu kepadanya.
Arzu memberikan cincin yang dikenakan Gonca sebelumnya kepada Necdet dan Necdet pun mengambil cincin tersebut dengan marah, mereka pun terus berbincang dan Arzu pun pergi.
Arzu kemali ke kamarnya sambil mondar mandir dan datanglah Serdar bahkan Arzu memberikan pistol kepada Serdar dan nampaknya Arzu menyuruh Serdar untuk menembak Necdet... BACA SELANJUTNYA || SINOPSIS Elif SCTV Season 2 Episode 228