Kamis, 26 November 2015

Elif SCTV Season 2 Episode 224

Advertisement


Selim terkapar terkena tembakan Erkut di pantai Beykoz. Zeynep histeris menyaksikan hal itu. Zeynep berteriak minta tolong namun tak ada seorang pun di tempat itu. Erkut yang melihat hal itu perlahan pergi meninggalkan mereka. Zeynep dengan sekuat tenaga sambil terseok2 merangkak mendekati Selim yang tak sadarkan diri.
Di rumah Necdet, Necdet sedang berbicara dengan salah seorang anak buahnya.
Zeynep berusaha menelpon ambulance. Dengan susah payah & sekuat tenaga Zeynep Zeynep mencoba berdiri dengan berpegangan pada sebuah kursi. Dan keajaiban pun terjadi, Zeynep tiba2 bisa berdiri & berjalan. Zeynep berusaha membangunkan Selim namun Selim tetap tak sadarkan diri & Zeynep pun hanya bisa menangis.
Di ruang makan sedang duduk keluarga Emiroglu untuk sarapan. Tugce datang mengucapkan salam pada Kenan lalu mencium ayahnya. Melihat Elif, ny. Aliye kemudian menyuruh Elif untuk memberikan salam juga pada Kenan. Lalu Kenan pun mencium Elif. Setelah mereka selesai sarapan, kemudian paman Sadik datang untuk mengantarkan Tugce & Elif pergi ke sekolah. Setelah mereka pergi, Kenan dapat telpon dari Zeynep yang mengabarkan Selim tertembak. Ny. Aliye panik, lalu mereka pun pergi ke RS.
Zeynep masih berusaha untuk membuat Selim sadar sambil terus mengajaknya bicara. Tak lama kemudian ambulance pun datang.
Setelah sampai di RS, perawat segera membawa Selim ke ruang perawatan. Zeynep yang semula berjalan tajuh tersungkur sambil terus menangis. Kemudian seorang perawat mendekatinya.
Di rumah, Necdet sedang berbicara dengan Erkut. Mereka sedang membicarakan Kenan.
Kenan, ny. Aliye & Ipek pun sampai di RS. Mereka langsung menghampiri Zeynep & bertanya apa yang terjadi. Lalu Zeynep pun menceritakan sambil menangis. Ipek lalu memeluk Zeynep.
Di ruang perawatan, dokter sedang berusaha melakukan pertolongan pada Selim. Lalu Kenan masuk namun dokter memintanya keluar.
Di dapur, bibi Kiraz sedang berbicara soal Selim yang terkena tempak di telpon. Gonca yang mendengar hal itu kaget & tanpa sadar menjatuhkan nampan yang di bawanya.
Di rumah, Veysel sedang asyik mengobrol dengan Tulay. Mereka terlihat tertawa bahagia.
Di kafe Melek, Murat mengunjungi Feride. Feride sedang membereskan meja. Murat memberikan salam selamat pagi namun Feride tak mendengar karena sedang mendengarkan earphone di telinganya. Murat pun memegangnya. Murat membawakan hadiah Feride berupa baju. Feride pun tampak senang.
Melek datang ke RS. Melek terkejut melihat Zeynep tanpa kursi roda. Lalu Zeynep menceritakan kejadian yang menimpanya dengan Selim. Melek lalu memeluknya.
Murat duduk di kursi sambil menunggu Feride. Tak lama kemudian Feride keluar dari dalam kafe mengenakan baju yang di berikan Murat. Murat tampak terpesona melihat Feride mengenakan baju dressnya. Feride jadi terlihat lebih feminim.
Di RS, mereka masih menunggu kabar keadaan Selim.
Di sebuah kafe mewah, Arzu sedang menunggu seseorang. Tak lama kemudian yang di tunggunya datang yaitu Serdar. Lalu mereka berbincang.
Di RS, dokter mengabarkan keadaan Selim yang harus di rawat karena kondisinya kurang baik. Zeynep pun kembali menangis.
Arzu masih terlibat pembicaraan dengan Serdar. Mereka merencanakan sesuatu.
Murat & Feride juga masih mengobrol di kafe Melek. Kemudian hp Murat berbunyi & itu adalah telpon dari Veysel yang meminta Murat untuk pulang. Setelah itu Murat pun pamit pada Feride. Setelah Murat pergi, bibi Feride pun datang. Dia marah melihat pakaian yang di kenakan Feride lalu menyuruhnya untuk ganti pakaian. Setelah Feride ganti pakaian dengan pakaian yang sebelumnya, bibinya masih marah lalu menyobek baju pemberian Murat tersebut. Setelah itu bibinya Feride pun pergi.
Di RS, Melek berysaha menghibur Zeynep.
Di rumah Veysel, Tulay sedang mencatat sesuatu sambil mengobrol dengan Veysel. Tak lama kemudian Murat datang. Veysel sepertinya sedang menghayalkan pernikahan dengan Tulay. Murat pun meledeknya lalu mereka pun tertawa bersama. Tiba2 hp Veysel berbunyi yang mengabarkan Selim ada di RS. Kemudian Veysel & Murat pun segera bergegas ke RS.
Di rumah Emiroglu, Arzu pulang. Gonca membukakan pintu lalu menceritakan soal Selim yang terkena tembak & sedang di RS. Arzu pun pura2 tidak tahu.
Di kamarnya, Erkut terlihat gelisah. Lalu dia teringat saat bertemu Zeynep di jalan dekat kampus & mengajaknya makan. Lalu dia pun teringat saat bicara dengan Veysel & Murat kalau dia ingin melamar Zeynep. Dia juga teringat saat Zeynep datang ke tempat ayahnya & menyanggupi menikah dengannya. Tak lama kemudian, Necdet masuk kamar Erkut & berbicara sebentar lalu pergi.
Di kamarnya, Arzu terlihat bicara sendiri soal ayahnya. Kemudian menelpon Serdar.
Melih datang ke RS. Dia berbicara dengan Melek sebentar lalu mendekati Zeynep untuk memberikan dukungan semangat pada Zeynep.
Di depan RS, polisi meminta keterangan pada Kenan. Setelah polisi pergi, ny. Aliye pun datang. Kemudian Kenan dengan marah ingin pergi ke tempat Necdet namun ny. Aliye pun mencegahnya. Akhirnya Kenan pun mengurungkan niatnya lalu memeluk ibunya yang sedang menangis.
Di dalam RS, Melih sedang berbicara dengan Kenan. Tak lama kemudian Veysel & Murat datang. Lalu Zeynep menceritakan kejadian yang menimpa Selim pada ayah & adiknya. Melek pun memberitahukan Veysel & Murat kalau Zeynep sudah bisa berjalan. Mereka pun senang di balik duka masih ada kebahagiaan.
Di tempat lain, Melih sedang berbicara dengan Kenan soal Selim.
Di rumah Emiroglu, Tugce & Elif pulang sekolah. Mereka nampak bingung karena di rumah sepi. Lalu mereka pun bertanya pada bibi Kiraz. Dengan wajah sedih bibi Kiraz berusaha untuk tidak menceritakan hal yang sebenarnya pada mereka.
Di kamarnya, Gonca berbicara sendiri sambil memandangi foto Selim & menangis. Cintanya pada Selim masih tetap ada. Kemudian bibi Kiraz masuk membuka pintu. Gonca yang kaget lalu segera menyembunyikan foto Selim di belakangnya. Bibi Kiraz berusaha menghibur Gonca. Setelah itu lalu bibi Kiraz pun pergi.
Di rumah sakit, seorang perawat masuk memeriksa Selim. Semua nampak panik. Setelah itu perawat pun keluar tanpa sepatah kata pun. Hanya terdengar suara detak jantung Selim dari mesin.
Di rumah Emiroglu, Serdar datang membawa koper dengan berpura2 luka di tubuhnya (rupanya ini adalah bagian rencana persekongkolannya dengan Arzu).
Di RS, Zeynep semakin khawatir dengan keadaan Selim. Ia pun memaksa masuk ke ruangan Selim. Sambil menangis, ia berusaha mengajak Selim bicara. Zeynep duduk di samping Selim sambil terus menangis. Perlahan mata Selim terbuka. Zeynep pun tampak bahagia melihat hal tersebut.... BACA SELANJUTNYA || SINOPSIS Elif SCTV Season 2 Episode 225