Rabu, 11 November 2015

Elif SCTV Season 2 Episode 212

Advertisement


Di penghujung episode 211, (di rumah Emiroglu) Melek, Elif, dan Zeynep masih asyik berbincang². Hingga akhirnya Kenan pun menuju ke kamar Zeynep. Kenan membuka pintu kamar Zeynep dan melihat Elif sedang berbincang dengan Melek.
Melek sangat terkejut dan bingung. Untuklah si anak pintar Elif kemudian memanggil Kenan (paman Kenan/Kenan Amca) dan mengatakan sesuatu, yang itu membuat tenang hati Melek dan juga Zeynep..(kira² apa ya yg dikatakan Elif kepada Kenan? Tunggu jembrengan ‪#‎admin‬ selanjutnya yaa..)
Di dapur, Kiraz sedang memasak bubur (tapi tidak dikasih ayam, ya iyalaahh klo dikasih ayam, habiss dong!?!, he..he..), kemudian Gonca datang. Mereka asik berbincang².
Di kamar Zeynep, Kenan menanyakan perihal alat teraphy dan kondisi Zeynep. Kemudian Kenan keluar dari kamar Zeynep. Haduuhh legaaa banget. Melek mengatakan kalau Elif anak yg pandai. Elif tau kalau tidak boleh mengatakan siapa ibunya yg sebenarnya. Melek berpesan supaya Elif berhati² kalau berbicara (kasian ya, anak sekecil Elif sudah diancam² dan hrs jaga rahasia ibunya. #admin ada sedikit kejanggalan, Elif panggil Zeynep dengan sebutan kakak/abla, apa tdk ada yg curiga ya?)
Di dapur : Kiraz dan Gonca masih sibuk menyiapkan makannan dan minuman sambil berbincang² (sepertinya seputar kedatangan Melek ke rumah Emiroglu).
Di rumah Necdet : Erkut dan Necdet sedang berbicara serius. Sepertinya mereka membicarakan tentang pistol yg digunakan Erkut dan Arzu untuk menembak Zeynep yang hilang di rumah Emiroglu. Necdet berencana menyuruh Gonca untuk mencarinya.
Di penjara : Arzu sedang duduk² santai, kemudian datang teman napinya yg 'baik' membawakan secangkir kopi, dan mereka berbincang² (nyaman bgt dipenjara bisa santai minum kopi yaa).
Di rumah Emiroglu : di ruang tamu, Elif dan Tugce sibuk membuka kado yg dibawakan oleh Melek. Tugce terlihat senang dengan kado buku dari Melek, sedangkan Elif terlihat biasa saja. Tugce menanyakan sesuatu yang membuat Melek, Zeynep dan Elif jadi bingung. Kemudian Elif menyebut/memanggil Melek dengan panggilan bibi. Semua jadi tenang kembali. Melek pamit untuk pulang dengan perasaan sedih karena harus menutupi kebenaran tentang Elif, begitupun Elif.
Di cafe Melek : Feride dan Murat sedang bersiap² untuk pulang dan berpamitan kepada Melek. Tak lama kemudian Gulnur datang dari dapur. Mereka berbincang² sejenak. Gulnur memberi support agar Melek sabar menghadapi semua masalah yang di alaminya saat ini.
Di rumah Emiroglu : di kamar, Zeynep sedang berbicara dengan Selim Sepertinya Zeynep mengatakan kejadian² yg terjadi pada saat Melek datang ke rumah Emiroglu.
Di kamar, Gonca sedang menelpon Necdet. Gonca memberitahu bahwa Melek datang ke rumah Emiroglu, namun Melek sengaja menyembunyikan identitas dia sebagai ibunya Elif, dengan mengaku sebagai bibinya Elif. Mendengar itu, Necdet tersenyum bahagia. Dia tau bahwa Melek akan menuruti permintaan Necdet agar tidak memberitahu identitas Elif yg sebenarnya. Selanjutnya, Necdet menyuruh Gonca untuk mencari pistol yang hilang.
Di gudang, Gonca membuka pintu gudang, melihat sekeliling dan bergumam sendiri (bingung harus mencari pistol itu dimana?). Kemudian Gonca terkejut, karena rupanya ada Kiraz di situ yang sedang merapikan barang². Akhirnya mereka bercakap², sambil sesekali Gonca melihat² sekelilingnya.
Di rumah Veysel : Veysel Simsek dan Ny Tulay sedang menikmati makanan mereka seraya berbincang².
Di rumah Emiroglu : di dapur, Gonca dan Kiraz masih berbincang² sambil merapikan toples². Gonca lalu pergi meninggalkan dapur menuju gudang lagi.
Di kamar, Tugce dan Elif sedang ngobrol sambil bermain dengan alat² tulis mereka. Tak lama kemudian Kenan datang.
Di gudang, Gonca masih sibuk mencari² hingga semua barang² dipindahkan, namun belum juga menemukan pistol itu. Tiba² Kiraz datang, Gonca terkejut. Mereka berbicara kembali.
Di rumah Veysel : Ny Tulay dan Veysel yang sedang asik makan dan ngobrol, datanglah Murat. Murat ikut makan dan ngobrol dengan mereka. Murat mengatakan bahwa Feride sudah mulai bekerja di cafe milik kak Melek (ny Tulay tersenyum kecil mendengar Murat menyebut nama 'Feride'.
Di cafe Melek : Gulnur dan Melek bersiap² merapikan dan menutup cafenya.
Di rumah Veysel : ada orang yg mau membayar jasa pencucian mobil kepada Veysel. Kemudian Veysel menerima uang dan menghitung semua uangnya. Sepertinya Veysel mengeluhkan pendapatn dari cucian mobil yg mulai menipis. Selanjutnya dia pergi keluar dan bertemu Arif /anak buahnya (Allah..Allah..sekarang penampilan Arif beda banget, tambh brewok, jadi keliatan dewasa).
Di rumah Emiroglu : di dapur, Gonca dan Kiraz masih sibuk dengan toples²nya. Tak lama kemudian suara handphone Gonca berdering, dari Necdet rupanya. Gonca mengecek sekeliling, dirasa aman, dia segera menjawab telponnya. Necdet menanyakan perihal pistol yg dicari apakah sudah ditemukan. Namun Gonca mengatakan belum berhasil menemukan. Secepatnya dia akan mencari lagi dan memberi kabar kepada Necdet. Setelah menutup telponnya, Gonca segera bergegas menuju gudang kembali
Di kamar ZeySel, terlihat Zeynep sedang berlatih berdiri dan berjalan dengan di dampingi Selim pastinya. Kasian, Zeynep begitu letih dan kesulitan berlatih, namun Selim selalu menyemangati agar Zeynep tidak putus asa. Selim mengatakan bahwa kaki Zeynep sudah menunjukkan kemajuan.
Di cafe Melek : Feride dan Murat sedang melayani tamu cafe (jadi mirip dengan kisah ZeySel).
Di jalan : Veysel berjalan sambil berbicara sendiri. Ga jelas juga apa yang sedang dia bicarakan sendiri.
Di rumah Emiroglu : suara bel berbunyi. Kiraz bergegas membukakan pintu. Ternyata si pirang Pelin yang datang. Dia menanyakan keberadaan Zeynep dan Selim. Tak lama kemudian Ipek datang menghampiri Pelin. Ipek mengajak Pelin untuk ke ruang tamu menemui Ny Aliye. Kemudian ketiganya berbincang bersama.
Di gudang, Gonca sibuk membongkar barang² digudang. Telpon Gonca berdering. Necdet menanyakan tentang pistolnya apa sudah ditemukan. Gonca sepertinya ketakutan, sepertinya karena Necdet mulai mengancam Gonca.
Di ruang tamu, Pelin sempat menanyakan keberadaan Arzu kepada Ny Aliye dan Ipek. Selanjutnya Pelin minta izin untuk menjenguk Zeynep dikamarnya.
Di kamar ZeySel, Zeynep masih berlatih. Pelin membuka pintu kamar, Zeynep dan Selim cukup kaget, ga menyangka Pelin akan datang ke rumah. ZeySel berfikiran negatif tentang kehadiran Pelin. Pelin memberikan bunga, Zeynep menerima dan mengucapkan terimakasih. Pelin berbicara banyak, hingga akhirnya Zeynep pun tersenyum. Akhirnya Pelin berpamitan pulang. (Pelin punya rencana, kalau mau mendekati selim, dia hrs berpura² baik dan bisa mengambil hati zeysel).
Di cafe Melek : Veysel datang ke cafe Melek. Melihat situasi disana, sepertinya Veysel curhat, kalau sekarang hidup Melek sudah jauhh lebih sejahtera, sedangkan dia sekarang malah sedang terpuruk. Sepertinya Veysel menceritakan kalau bisnis cuci mobilnya sudah tidak seramai dulu.
Di rumah Emiroglu : Dokter therapis Zeynep datang untuk melihat perkembangan Zeynep. Dokter mengatakan bahwa kaki Zeynep sudah menunjukkan banyak kemajuan. Jadi dokternya berpesan untuk terus berlatih.
Di cafe Melek : Veysel dan Melek masih berbicara. Lama kelamaan Veysel mulai sedikit emosi, entah apa lagi yg mereka peemasalahkan. Melih datang dan berusaha melindungi Melek. Sepertinya Veysel kaget, karena dia belum tau kebenaran bahwa Melih adalah kakak kandung Melek. Melih emosi dan menarik kerah baju Veysel serasa berbicara.
Di rumah Emiroglu : Semua berkumpul di ruang keluarga. Selim mengatakan kepada semua, bahwa kaki Zeynep sudah banyak kemajuan. Ny Aliye dan Ipek terlihat senang mendengar hal itu. Kenan datang, dan Selimpun mengatakan tentang kondisi kaki Zeynep saat ini.
Di cafe Melek : Veysel, Melih dan Melek masih saja berdebat. Akhirnya Veysel pergi meninggalkan mereka.
Di jalan : Veysel bertemu dengan temannya dan berbincang. Kemudian temannya mengajak Veysel masuk ke rumah.
Di rumah Necdet : Erkut menelpon Gonca. Sepertinya Erkut khawatir karena Gonca belum berhasil menemukan pistol itu.
Di rumah Emiroglu : setelah berbicara dengan Erkut di telpon, Gonca segera keluar kamar dan menuju ke gudang. Tanpa di sangka², rupanya di gudang sudah ada Kiraz yang sedang gemetar ketakutan...Apa yang dilihat Kiraz di gudang sampai dia ketakutan seperti itu? Akankah pistol yang dicari² itu akan segera ditemukan?

BACA SELANJUTNYA || Elif SCTV Season 2 Episode 213

Terimakasih telah membacanya
Mohon maaf jika ada penulisan atau alur yg kurang sesuai.